Seminar Paskah Nasional V 2026-Palu: 10 Tokoh Gereja Bedah Ekonomi, Ekologi, dan Rekonsiliasi untuk Indonesia

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID// Gereja Bala Keselamatan Korps 2 Palu yang berkapasitas 1.200 orang tidak mampu lagi menampung antusias peserta yang datang, Jumat pagi (24/04/2026). Kursi habis, lorong penuh, sebagian peserta berdiri di sela-sela ruangan. Tidak ada celah yang tersisa. Seminar Nasional Paskah Nasional V dengan tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dalam Kasih dan Pengharapan melalui Teologi Publik dan Keadilan Sosial” resmi bergulir, dan pagi itu, gedung gereja menjadi salah satu ruang dialog lintas iman paling penuh yang pernah digelar di Sulawesi Tengah.

Para peserta datang dari berbagai penjuru, dari dalam Kota Palu, dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah, hingga dari luar provinsi. Kalimantan Timur, Makassar, Sulawesi Utara, dan sejumlah kota lain tercatat mengirim peserta. Akademisi, hamba Tuhan, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan aktivis lintas iman duduk bersama dalam satu ruangan yang sama.

Muat Lebih

*Dibuka dengan Ibadah, Ditutup dengan Doa*

Acara tidak dimulai dengan langsung masuk ke seminar. Sebelum sesi materi, seluruh hadirin diajak berdiri bersama dalam ibadah pembuka yang dipimpin Mayor(BK) Hesron Mapa. Firman Tuhan diambil dari Kolose 3:1-2, “Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada.” Doa, pujian, dan nyanyian jemaat mengalun mengisi ruangan sebelum satu pun pemateri naik ke podium.

Seminar kemudian dibuka secara resmi oleh Letnan Kolonel Dr. Albert Darwono Sarimin, M.Th., Sekretaris Umum Bala Keselamatan Indonesia, yang menyambut kehadiran para narasumber dari berbagai disiplin ilmu dan denominasi. Sebelum sesi utama dimulai, hadirin juga dihibur oleh penampilan dari komunitas disabilitas, dua anggota yang membawakan lagu rohani dengan penuh penghayatan, disambut tepuk tangan meriah.

Di halaman gereja, sebagian panitia tampak sibuk melayani pengunjung yang membeli merchandise Paskah, kaus, Alkitab edisi terbaru dengan potongan harga 20 persen, dan berbagai pernak-pernik yang disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Acara ditutup pada penghujung siang hari dengan doa syukur yang dipimpin salah satu pendeta, mengucap syukur atas seluruh rangkaian seminar yang berjalan dari pagi hingga siang hari.

*Empat Sesi, Sepuluh Pemateri Hadir*

Seminar dirancang dalam empat sesi dengan total 11 narasumber yang dijadwalkan. Setiap pemateri mendapat waktu 15 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab dengan tiga penanya untuk setiap sesi yang selesai.

Sesi pertama menampilkan Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua FKUB Sulawesi Tengah, dengan materi Moderasi Beragama, dan Febrianti Hongkiriwang, S.Si., Apt., anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, dengan materi Kepemimpinan Perempuan dalam Ruang Publik.

Sesi kedua diisi oleh Pdt. Darwin Darmawan, Sekum PGI sekaligus Dosen Agama Kristen IPB, dengan materi Kebijakan Publik dan Ruang Publik; Pdt. Dr. Ir. Hano Abdinasti Palit, M.Th., Sekum PGPI sekaligus Dosen STT Transformasi Indonesia, dengan materi Perdamaian dan Pluralisme; serta Pdt. Joni Mardi Santoso, Sekum Persekutuan Baptis Indonesia, dengan materi Transformasi Ekonomi.

Sesi ketiga menampilkan Romo Dr. Aloysius Budi Purnomo, Pr., M.Hum., Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan KWI, yang membawakan materi Ekoteologi Ekumenis dan Interreligius, serta Pdt. Dr. Yohanis R. Suprandono, M.Th., Bendahara Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLI), dengan materi Rekonsiliasi Nasional dan Peran Gereja.

Sesi keempat, sesi terakhir, diisi oleh Pdt. Sony Situmorang, D.Min., Direktur Komunikasi dan Kebebasan Beragama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Barat, dengan materi Spiritualitas Kebangkitan dalam Pembaruan Pendidikan Kristen di Era Kecerdasan Buatan; Romo Gregorius Efrain Lamorahan, M.Th., Sekum Gereja Ortodoks Indonesia, dengan materi Kebangkitan Kristus dan Keutuhan Ciptaan dalam Krisis Ekologis; serta Letnan Kolonel Dr. Albert Darwono Sarimin, M.Th., Sekum Bala Keselamatan Indonesia, dengan materi Teologi Kebangkitan dan Keadilan Sosial dalam Terang Kerajaan Allah.

Maruarar Sirait, Menteri Perumahan Rakyat, yang dijadwalkan membawakan materi Kebijakan Perumahan sebagai Instrumen Keadilan Sosial dan Pemulihan Warga Negara, tidak hadir. Kursi yang disiapkan untuknya kosong tanpa penjelasan resmi dari panitia.

*Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Pencerahan yang Harus Hidup*

Seminar yang berjalan penuh dan sukses ini kiranya tidak berhenti sebatas meramaikan perayaan Paskah. Sepuluh pemateri dari berbagai denominasi dan latar belakang telah meletakkan fondasi pemikiran yang kaya, dari moderasi beragama, kepemimpinan perempuan, keadilan sosial, transformasi ekonomi, ekoteologi, rekonsiliasi nasional, hingga tantangan pendidikan Kristen di era kecerdasan buatan. Seluruhnya bermuara pada satu panggilan yang sama: bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya dirayakan, melainkan dihidupi.

Harapannya, setiap materi yang tersampaikan tidak luruh bersama berakhirnya sesi. Justru di sinilah ujian sesungguhnya dimulai, apakah pencerahan yang diterima hari ini akan meresap, mengubah cara pandang, dan pada akhirnya terimplementasi dalam kehidupan iman sehari-hari umat Kristiani yang hadir. Bangkit bersama Kristus, dalam makna yang paling nyata, adalah ketika nilai-nilai itu bergerak keluar dari gedung gereja dan menjadi garam serta terang di tengah masyarakat.Rif

_Dokumentasi lengkap seminar dapat disaksikan di kanal YouTube The Salvation Army Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=HKjAM21qBmk_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *