PT Anugerah Lestari Power Dukung Baksos Paskah Nasional V Th.2026 Untuk Kemanusiaan

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Saat menyampaikan sambutan pembuka di momen bakti sosial itu, Edy Santi justru memilih menanggalkan jarak. Meski secara struktural ia adalah Presiden Direktur PT Anugerah Lestari Power, ia menempatkan dirinya sejajar dengan seluruh peserta yang hadir. Baginya, kesetaraan yang ia tunjukkan di hadapan warga bukan strategi komunikasi, melainkan cermin kerendahan hati yang melekat pada dirinya.

Kamis (24/4/2026), Edy hadir di Klinik Mata SMEC Palu bukan sebagai tamu seremonial. Ia dan PT Neo Energy adalah dua pihak,dari perusahaan yang membiayai kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis dalam rangka Paskah Nasional V, dan sebuah keputusan yang ia sebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang sudah ia jalankan jauh sebelum hari itu.

Muat Lebih

*Dari Pedalaman Kulawi ke Meja Operasi di Palu*

Dalam sambutannya, Edy bercerita tentang keseharian perusahaannya di lapangan. Area kerja PT Anugerah Lestari Power bukan di pusat kota, melainkan di wilayah terpencil, di tengah masyarakat yang beragam suku dan keyakinannya. Di sanalah, katanya, ia belajar bahwa perbedaan tidak perlu menjadi penghalang. Yang perlu diutamakan adalah apa yang dimiliki bersama.

“Di lokasi kerja kami, karyawan dan masyarakat sekitar datang dari berbagai latar belakang, suku dan keyakinan yang berbeda-beda. Tapi kami selalu mengutamakan kebersamaan. Itulah yang menjadi pegangan kami,” ujarnya.

Prinsip itu pula yang mendorong perusahaannya untuk tidak hanya membangun infrastruktur energi, tetapi juga infrastruktur kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Salah satu yang paling nyata: pembukaan akses jalan dari Desa Bola Dangko hingga Banggaiba di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, seluruhnya menggunakan dana CSR perusahaan.

Jalan sepanjang kurang lebih 70 kilometer itu bukan sekadar proyek konstruksi. Bagi warga yang selama ini terisolasi, jalan itu adalah akses ke pasar, ke sekolah, ke fasilitas kesehatan. Dan bagi PT Anugerah Lestari Power, jalan itu adalah bagian dari persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang kelak akan menerangi wilayah-wilayah yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

*Mendukung Program Berani Terang Gubernur Sulawesi Tengah*

Program PLTA yang tengah dipersiapkan PT Anugerah Lestari Power bukan berdiri sendiri. Ia sejalan dengan program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah yang dikenal dengan nama Berani Terang, sebuah komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh wilayah Sulawesi Tengah, termasuk desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik, akhirnya mendapat penerangan.

Bagi Edy, keterlibatan perusahaannya dalam program ini bukan semata kepentingan bisnis. Ada tanggung jawab yang lebih besar di baliknya, bahwa masyarakat di pelosok Sigi yang selama ini hidup tanpa listrik berhak merasakan hal yang sama dengan warga di kota. Dan PLTA yang sedang dipersiapkan itu, kelak, adalah jawaban konkret untuk mereka.

“Manfaatnya nanti bukan hanya untuk satu kelompok. Semua masyarakat di wilayah yang belum teraliri listrik akan merasakannya, tanpa memandang latar belakang mereka,” ujarnya.

*Baksos Paskah Nasional V: CSR Kedua yang Bermakna*

Dalam wawancara, wartawan menggali lebih jauh tentang alasan perusahaannya memilih terlibat dalam kegiatan Paskah Nasional V, sebuah perayaan yang identik dengan tradisi Kristiani.

Edy menjawab dengan lugas. Baginya, pertanyaan itu sendiri sudah mengandung jawabannya. Ketika ada 60 warga yang datang dengan beragam latar belakang keyakinan, ada yang Muslim, Kristen, dan penganut kepercayaan lain, bisa menjalani operasi katarak gratis dan pulang dengan penglihatan yang lebih baik, maka tidak ada lagi sekat yang perlu dibicarakan. Di ruang tunggu itu, yang terlihat bukan identitas agama, melainkan manusia yang sama-sama berharap untuk bisa melihat kembali.

“Ini adalah CSR kedua kami setelah pembangunan jalan di Kulawi. Dan seperti yang pertama, manfaatnya kami niatkan untuk semua masyarakat, tidak ada pembatasan. Siapa pun yang membutuhkan, itulah yang kami tuju,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada panitia Paskah Nasional V, khususnya kepada Dr. Samuel Yansen Pongi selaku Ketua Panitia Pelaksana Harian, serta kepada Prof. Dr. KH. Zainal Abidin yang sejak awal memberikan dukungan moral dan arahan. Kehadiran tokoh-tokoh seperti mereka, katanya, menjadi salah satu alasan mengapa perusahaannya merasa yakin untuk terlibat.

Ia menutup wawancara dengan pantun, cara yang paling jujur, baginya, untuk menggambarkan apa yang ia rasakan hari itu. Sesuatu yang tidak selalu bisa diungkapkan lewat kalimat formal, tapi cukup satu bait untuk dipahami semua orang yang ada di ruangan.

Usai berbicara, Edy tidak langsung pergi. Ia sempat berdiri sejenak di dekat ruang tunggu pasien, melihat deretan warga yang sabar mengantre, sebagian sudah lanjut usia, sebagian datang dari jauh. Tidak ada yang tahu persis dari mana dana operasi mereka berasal. Tapi bagi Edy, itu bukan hal yang perlu diumumkan.

Yang penting, mereka bisa melihat.Rif

_<>Sambutan dan Wawancara Eksklusif, Klinik Mata SMEC Palu, Kamis (24/4/2026)<>_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *