Kejari Palu Sasar SMA Negeri Model Terpadu Madani, Bahas Bahaya Narkoba dan Miras Lewat Jaksa Masuk Sekolah

  • Whatsapp

PALU,SULTENG -bONLINENEWS.ID//Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu kembali menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Selasa (15/9/2026) pagi, kali ini di Aula SMA Negeri Model Terpadu Madani, Palu. Puluhan siswa perwakilan dari 15 kelas mengikuti kegiatan yang mengangkat tema “Narkotika dan Minuman Keras di Kalangan Remaja” dengan tagline “Kenali Risikonya, Jauhi Bahayanya, Raih Masa Depan” itu.

Kepala Subseksi 2 Intelijen Kejari Palu, Kahfi Parsa, tampil sebagai pemateri tunggal. Ia menjelaskan, JMS merupakan program terpusat yang lahir dari fungsi intelijen penegakan hukum kejaksaan untuk memberikan penerangan hukum sejak dini, mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi. “Kita di sini memberikan penerangan hukum sejak dini. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai di tingkat perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain narkotika dan minuman keras, materi JMS sebelumnya juga mencakup korupsi, kekerasan seksual, dan cyberbullying. Kahfi menyebut, dari pengalaman penanganan perkara yang melibatkan pelajar, kasus yang paling menonjol justru kekerasan seksual, yang kerap bermula dari hubungan pacaran yang berujung pada tindakan di luar batas. Ia mengakui kendala utama program ini adalah keterbatasan jangkauan, karena JMS baru menyentuh anak-anak yang berstatus siswa aktif, sementara masih ada anak yang belum beruntung mengenyam pendidikan formal dan luput dari edukasi ini. Program ini mengusung jargon “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”.

Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri Model Terpadu Madani, Armin, yang sehari-hari menjabat pengawas di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut ini kali ketiga sekolahnya menggelar JMS, berawal dari surat permohonan fasilitasi dari pihak kejaksaan. “Bisa jadi anak-anak kita yang tadinya tidak paham tentang tugas fungsi kejaksaan, kemudian bisa tahu dan bisa jadi besok-besok ada yang punya cita-cita menjadi jaksa,” katanya.

Salah satu peserta, Daphina Ratu Damara, siswi kelas 10, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan semacam ini dan tertarik begitu mendapat informasi soal kegiatan tersebut. Ia berpesan kepada sesama pelajar yang masih kerap melanggar aturan, termasuk perilaku bullying, agar segera menyadari dampaknya. “Dunia tidak butuh suara yang banyak, tapi dengan satu suara saja bisa membuat banyak impact ke dunia,” ujarnya.

Diolah dari keterangan Kahfi Parsa (Kasubsi 2 Intelijen Kejari Palu), Armin (Plt Kepala SMA Negeri Model Terpadu Madani), dan Daphina Ratu Damara (siswi SMA Negeri Model Terpadu Madani).

Reporter: Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *