KARANGANYAR – ONLINENEWS.ID// Aktifitas pendakian gunung Lawu yang lewat jalur Mbabar Desa Anggresanis yang di fasilitasi oleh salah satu warga masyarakat Bapak Jayadi, akhirnya di tutup total oleh Perhutani.
Kegiatan yang disinyalir sudah berlangsung lama dan tanpa sepengetahuan perhutani ini banyak mendapatkan sorotan masyarakat sekitar.
Ada sebagian masyarakat yang senang dengan di bukanya jalur Mbabar ini, tetapi banyak juga masyarakat yang bertanya ada apa kok diperbolehkan membuat jalur baru di sini, sementara dalam urusan pendakian Lawu sudah ada jalur yang resmi yaitu melewati Ceto dan Cemoro Kandang.
Keseharian jalur mbabar ini cukup ramai apalagi disaat hari libur, banyak kalangan muda melakukan pendakian ke puncak Lawu lewat jalur ini.
Multi efek dari kegiatan akhirnya banyak masyarakat yang mendapatkan pemasukan mulai dari tukang ojek, tenaga parkir, sampai warung makan minum tumbuh ramai.
Satu hal yang disayangkan pengelola ternyata tidak berkomunikasi dengan baik dengan pemangku wilayah, perhutani (KRPH, Asper) sehingga akhirnya perhutani menerbitkan surat penutupan permanen dan di serahkan kepada pengelola Bapak Jayadi pada 6 Juni 2026.
Seperti di sampaikan perwakilan Perhutani Danru Polhut BPK Siswo kepada awak media ini, bahwa kegiatan pendakian via Mbabar ini sebenarnya perhutani tidak saklek, boleh membuka jalur pendakian namun harus resmi dan mengikuti ketentuan prasarat yang sudah baku, tidak boleh sembarangan membuka jalur karena ada pertanggung jawaban hukumya.
” Tidak diperbolehkan siapapun membuka jalur pendakian Lawu tanpa terkoordinasi dengan perhutani dan pemerintah kabupaten Karanganyar dikarenakan wisata gunung sangat rawan , ya kalau baik baik saja kalau terjadi insiden yang tidak kita inginkan siapa yang akan bertanggung jawab ” ujarnya.
Hal senada juga di sampaikan Asper Wilayah Lawu Ibu Hanie.
Perhutani juga berharap kepada para pendaki saat akan naik gunung Lawu, untuk melewati jalur pendakian yang resmi sehingga bisa termonitor dengan baik .
Informasi masyarakat dan Asper, jalur Mbabar ini dulu sudah di lakukan penutupan namun ternyata oleh Jayadi masih tetap di buka Tanpa sepengetahuan perhutani sampai akhirnya di lakukan penutupan kembali. (Pdtry)






