Ketua PBSI Sulteng dan Panitia Bicara Soal Ambisi Besar di Balik Turnamen Bulu Tangkis Piala Pangdam 2026

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID// Riuh tepuk tangan dan semangat para atlet muda mewarnai pembukaan Turnamen Bulu Tangkis Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026, Sabtu pagi( 02/05/2026), di GOR Sentral Sport Palu. Setelah Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memukul shuttlecock perdana sebagai tanda dimulainya kompetisi, awak media berkesempatan berbincang langsung dengan dua tokoh kunci di balik gelaran ini — Ketua Pengprov PBSI Sulawesi Tengah Gufran Ahmad, dan Ketua Panitia Pelaksana Kol. Inf. Herry Indrianto. Inilah yang mereka sampaikan.

Gufran Ahmad tidak butuh waktu lama untuk menjelaskan apa arti turnamen ini bagi dunia bulu tangkis Sulawesi Tengah. Para atlet di sini, katanya, tidak kekurangan semangat berlatih. Yang selama ini kurang adalah panggung untuk membuktikan diri.

Muat Lebih

Ia menyebut langkah Pangdam sebagai bentuk kolaborasi nyata antara TNI dan masyarakat pecinta bulu tangkis di daerah ini. Terlebih, Pangdam sudah menyatakan niat untuk menjadikan turnamen ini agenda rutin — kabar yang disambut Gufran dengan harapan besar.

Soal kondisi pembinaan, ia berbicara apa adanya. PBSI Sulawesi Tengah sudah dua tahun terakhir menjalankan program pelatihan untuk atlet usia dini hingga remaja. Tapi fasilitas masih menjadi soal. Ia berharap ini menjadi perhatian bersama — pemerintah, KONI, dan PBSI Pusat — bukan hanya dibebankan kepada pengurus daerah.

Yang juga ia singgung: sejumlah atlet Sulawesi Tengah selama ini harus merantau ke Pulau Jawa untuk berlatih, menggunakan biaya sendiri. Ke depan, PBSI Sulawesi Tengah ingin membalik keadaan itu dengan mendatangkan pelatih nasional langsung ke daerah.

Kol. Inf. Herry Indrianto membuka cerita di balik layar. Turnamen ini sudah masuk agenda sejak akhir tahun lalu, dengan rencana awal bergulir di awal 2026. Padatnya kegiatan Kodam membuat jadwal bergeser, hingga akhirnya terlaksana hari ini.

Pilihan pada bulu tangkis bukan kebetulan. Dari sekian cabang olahraga yang masuk dalam program Palaka Juara, bulu tangkis dinilai paling tinggi peminatnya di wilayah ini. Pangdam, kata Herry, langsung memberi perintah untuk mewujudkannya — dan respons masyarakat membuktikan penilaian itu tepat.

Kepanitiaan disusun secara kolaboratif antara Kodam dan PBSI, dengan urusan teknis pertandingan sepenuhnya dipercayakan kepada PBSI. Untuk kategori anak-anak hingga remaja, biaya pendaftaran digratiskan — langkah yang disengaja agar pintu masuk bagi atlet muda dari seluruh Sulawesi Tengah terbuka selebar mungkin.

Herry juga mengisyaratkan ambisi yang lebih jauh. Jika antusias peserta terus tumbuh, turnamen ini berpeluang diperluas cakupannya — dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, merambah seluruh Sulawesi, hingga naik kelas menjadi event berskala nasional.

Gufran menutup perbincangannya dengan pesan yang jujur sekaligus membakar semangat. Di level Sirnas yang tengah bergulir, atlet Sulawesi Tengah memang belum menembus babak final. Ia tidak menutup-nutupi kenyataan itu. Tapi justru di situlah, menurutnya, letak nilai dari turnamen seperti ini.

“Ini bagian dari trigger bagi atlet-atlet Sulteng untuk bisa lebih baik lagi ke depan,” katanya. Ia pun berharap, bila Sirnas berjalan sukses, kepercayaan untuk menjadi tuan rumah event nasional berikutnya bisa datang ke Sulawesi Tengah.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *