Sambutan di Paskah Nasional V – 2026 Sulteng: Kolonel(BK) Hosea Serukan Aksi Nyata, Gubernur Kagumi Massa yang Tertib, Menag: “Perbedaan Itu indah”

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID// Sesi seremonial Paskah Nasional V di Lapangan Mako Brimob, Biromaru, Minggu malam 26 April 2026, diwarnai tiga sambutan yang menegaskan pesan iman dan persatuan di tengah 25.000 hadirin.

Sambutan pertama disampaikan Kolonel Hosea Makagiantang, Komandan Teritorial Bala Keselamatan Indonesia. Ia menegaskan Paskah bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan iman untuk hadir nyata di tengah masyarakat lintas agama dan suku. “Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata: melayani tanpa diskriminasi, menolong tanpa syarat, dan membangun tanpa sekat,” tegasnya. Ia lalu menyerahkan Salib Paskah Nasional kepada PBI sebagai tanda estafet Paskah Nasional VI di Kediri, 2027.

Muat Lebih

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. naik ke podium dengan bangga. Ia menyebut suksesnya acara ini bukti Sulteng Nambaso, Sulawesi Tengah yang berani dan percaya diri. Gubernur secara khusus menyampaikan kekagumannya atas padatnya massa yang hadir, namun tetap tertib dari awal hingga akhir. “25 ribu orang berkumpul di sini, penuh sesak, tapi semua tertib, saling jaga. Ini cermin kedewasaan warga Sulteng. Inilah Sulteng Berkah yang kita cita-citakan,” ujarnya disambut tepuk tangan. Ia menutup sambutan dengan mengajak hadirin menyanyikan “Torang Samua Basudara”, membuat lapangan berpendar lampu ponsel.

Puncak seremonial disampaikan Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ia memaknai toleransi dengan jernih: “Toleransi bukan menyamakan sesuatu yang berbeda, bukan pula membedakan sesuatu yang sama. Biarkanlah yang berbeda itu berbeda, tetapi kita hidup di dalam perbedaan penuh keindahan, seperti yang kita demonstrasikan pada malam ini.” Menag kemudian menutup Paskah Nasional V secara resmi dengan pemukulan gimba bersama Gubernur, Bupati Sigi, dan pimpinan aras gereja.

Tiga sambutan itu menegaskan satu hal: di tanah Tadulako, Paskah jadi panggung kebangkitan, persaudaraan, dan bukti bahwa kerumunan besar pun bisa tertib bila hati semua orang disatukan dalam damai.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *