SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID// Paskah Nasional V di Lapangan Mako Brimob, Biromaru, Minggu malam 26 April 2026, jadi panggung kerukunan yang nyata. Sekitar 25.000 orang memadati lapangan, bukan hanya umat Kristiani.
Di tenda kehormatan, pemimpin delapan aras gereja duduk sejajar dengan tokoh lintas iman: tokoh Buddha Sulawesi Tengah Chandra Wijaya, Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Kota Palu Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., serta Panglima Garda Alkhairat Husein Habibu. Mereka berbaur bersama pejabat negara, TNI-Polri, dan ribuan warga tanpa sekat. Semua hadir sebagai saudara.
Sukacita bersama benar-benar pecah saat Once Mekel membawakan pujian-pujian rohani. Ribuan tangan terangkat ke udara. Tidak hanya jemaat Kristiani, tokoh lintas iman, pejabat, hingga aparat yang bertugas pun ikut bertepuk tangan, bergoyang pelan, dan tersenyum. Mereka larut dalam suasana yang hangat. Lapangan yang sesak itu seolah menyatu dalam satu irama pujian, tanpa memandang latar belakang.
Suasana berubah haru ketika Musik Bambu Gabungan membawakan lagu Tanah Airku. Alunan bambu khas Sulawesi Tengah mengalun pelan, memenuhi setiap sudut lapangan. Banyak hadirin menunduk, beberapa tampak mengusap mata. Di tengah perayaan iman, musik tradisional itu mengingatkan semua yang hadir bahwa cinta tanah air adalah milik bersama, apapun agamanya.
Kerukunan itu juga berbuah nyata bagi ekonomi warga. Kios UMKM pedagang lokal di sekeliling lapangan ramai diserbu pengunjung sejak sore.
Lebih dari itu, panitia dan aparat telah menyepakati seluruh hasil iuran parkir selama acara akan disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah umat Muslim di sekitar Biromaru.
“Ini bukti Paskah bukan hanya untuk kami. Semua ikut bersukacita, semua ikut mendapat berkat,” ujar seorang tokoh lintas agama yang hadir. Di Sulteng, kerukunan bukan slogan. Ia hidup dalam nyanyian yang menyatukan, air mata haru untuk tanah air, dan tindakan nyata yang menyejahterakan semua.Rif






