SIGI, SULAWESI TENGAH – MEDIA ONLINENEWS.ID//Lapangan Mako Brimob, Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu, 26 April 2026, berubah menjadi lautan jubah putih yang membentang di bawah langit sore yang terik. Lebih dari 20.000 umat Kristiani dari berbagai penjuru Nusantara memadati venue tersebut dalam satu kerinduan yang sama: merayakan kebangkitan Kristus dalam perhelatan Paskah Nasional V Sulawesi Tengah Tahun 2026. Acara akbar ini diselenggarakan bersama oleh Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) dengan Gereja Bala Keselamatan Indonesia sebagai tuan rumah, mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dalam Kasih dan Pengharapan.”
Ibadah raya yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA itu mempertemukan puluhan ribu jemaat dalam satu suasana yang hangat dan cair. Kendati panitia menyediakan tenda khusus bagi para tamu undangan, suasana ibadah tampak mencairkan semua sekat. Warga biasa, jemaat dari pelosok, hingga para pejabat duduk bahu-membahu dalam satu fokus yang sama: memuji dan membesarkan nama Tuhan Yesus Kristus.
Para pemimpin aras gereja dari PGI, KWI, PGPI, GMAHK, PGLII, Gereja Ortodoks Indonesia, PBI, dan Bala Keselamatan Indonesia tampak hadir di tenda khusus, menjadi simbol nyata persatuan tubuh Kristus yang melampaui batas denominasi. Turut hadir pula Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar beserta istri, perwakilan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf. Antonius Totok Chrishardjoko beserta istri, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nikolas Biroallo beserta istri, anggota DPD Sulawesi Tengah Febriyanti Hongkiriwang, serta Bupati Morowali Utara dr. Delis Julkarson Hehi, MARS beserta istri Febriyanti Hongkiriwang, S.Si, Apt. Mereka semua tampak khusyuk larut dalam setiap momen ibadah, berdoa, bernyanyi, dan menundukkan kepala saat firman Tuhan disampaikan, tak berbeda dengan ribuan jemaat di sekitar mereka.
Ibadah diwarnai pujian-pujian yang mengalir penuh semangat kebangkitan. Saat nyanyian jemaat berkumandang, tangan-tangan terangkat dan wajah-wajah berseri dalam sukacita Paskah yang tulus. Saat doa dipanjatkan, keheningan yang dalam menyelimuti lapangan, ribuan orang tertunduk dalam satu harapan kepada Tuhan yang bangkit. Persembahan pujian dari paduan suara dan nyanyian bersama jemaat silih berganti membangun suasana penyembahan yang kental hingga mengantar jemaat pada puncak ibadah: pemberitaan firman Tuhan.
Puncak ibadah hadir saat Kolonel Hosea (BK) Makagiantang, Opsir(Pdt) – Komandan Teritorial Bala Keselamatan Indonesia, melangkah ke mimbar membawa firman Tuhan dari Lukas 24:13-35, kisah dua murid yang berjalan bersama Yesus yang telah bangkit di jalan ke Emaus, namun belum menyadari kehadiran-Nya.
Dengan gaya penyampaian yang hangat, jujur, Kolonel Hosea membuka renungan dengan sebuah pertanyaan yang langsung menghunjam hati puluhan ribu jemaat: “Kenapa kita ada di sini? Kenapa mau capek-capek datang dari jauh? Ini pertanyaan penting supaya Anda pulang dari sini, Anda dapat sesuatu yang sejati, bukan sekadar hadir, tapi berjumpa dengan Tuhan yang telah bangkit itu.”
Ia menggambarkan kedua murid di jalan ke Emaus sebagai potret umat yang berjalan bersama Yesus namun belum sungguh-sungguh bangkit, masih dipenuhi kecemasan, kekecewaan, dan kehilangan pengharapan. “Berjalan bersama Yesus tapi tidak tahu tentang Yesus. Banyak orang Kristen demikian adanya,” tegasnya, sementara jemaat mengangguk dalam diam yang penuh pengenalan diri.
Tiga pokok firman mengalir dengan jernih: pertama, yakin setiap hari bahwa Tuhan selalu berjalan bersama kita dalam situasi apa pun; kedua, yakin pada kasih-Nya yang memulihkan, kasih yang mengusir ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan; ketiga, menjadi saksi, karena orang Kristen dipanggil bukan hanya untuk menikmati keselamatan, tetapi untuk mempersaksi kebaikan Tuhan kepada dunia di sekitarnya.
Di tengah khotbah, Kolonel Hosea berbagi kesaksian pribadi yang membuat lapangan Mako Brimob hening sejenak. Sang istri, Ibu Liliana, telah duduk di kursi roda selama tujuh tahun. Namun selama lebih dari tiga dekade pelayanannya, ia tidak pernah goyah dalam iman.
“Apakah Tuhan tidak berjalan bersama dengan saya? Saya tidak pernah kecewa dengan Tuhan Yesus Kristus. Dia berdaulat penuh atas kehidupan ini. Apa yang bisa saya kerjakan, saya kerjakan dengan baik. Yang tidak bisa saya lakukan, saya serahkan saja kepada Tuhan, karena Dia tahu yang terbaik buat saya.”
Kata-kata itu jatuh ke dalam hati ribuan jemaat seperti hujan di tanah yang haus. Banyak yang tampak mengusap mata.
Kolonel Hosea menutup khotbahnya dengan pesan yang melampaui batas gereja, sebuah seruan iman bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang penuh keberagaman: “Bangkit bersama Kristus meninggalkan segala kecemasan, segala hal pahit dalam hidup kita, dan kembali kepada kasih Kristus yang memulihkan itu, dan kemudian menjadi saksi. Hanya orang-orang yang sudah berdamai dengan Kristuslah akan membawa pengharapan dan membawa damai sejahtera di hati.”
Firman Tuhan ditutup dengan doa berkat yang mengangkat tangan sebagai tanda berkat Harun. Saat itu, ribuan tangan jemaat pun terangkat serentak, sebuah pemandangan yang menjadi salah satu momen paling membekas dalam Paskah yang fenomenal ini.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh pimpinan Bala Keselamatan Indonesia malam itu telah menjadi berkat yang nyata bagi segenap yang hadir. Di lapangan Mako Brimob, Biromaru, di tanah Tadulako yang delapan tahun lalu luluh lantak oleh gempa, tsunami, dan likuifaksi, puluhan ribu umat Kristiani membuktikan bahwa kebangkitan bukan sekadar tema khotbah, ia adalah kenyataan yang hidup, berdenyut dalam setiap doa, setiap nyanyian, dan setiap air mata sukacita yang jatuh dalam Paskah Nasional V yang tak terlupakan ini.(Rif)






