Polres Sigi Latih 47 Relawan SPPG Penjamah Makanan, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Aman dan Berkualitas

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.//ON LINE NEWS.ID//Sebanyak 47 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sigi mengikuti Pelatihan Penjamah Makanan yang digelar di Aula Sarja Arya Racana, Polres Sigi, Jalan Poros Palu–Kulawi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsa Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Kepala Bagian SDM Polres Sigi, AKP Abdul Azis, S.H. Pelatihan diselenggarakan untuk menyiapkan SDM yang kompeten dalam mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui SPPG di Desa Maku, Kabupaten Sigi.

Muat Lebih

Dalam sambutannya, Kapolres Sigi melalui Ka.Bag.SDM AKP Abdul Azis, S.H., menekankan kedisiplinan peserta dalam mengikuti pelatihan dan menjalankan ketentuan SPPG. “Ikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan laksanakan semua ketentuan yang ada di SPPG. Kalau tidak disiplin, kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak kita akan terganggu,” tegasnya. AKP Abdul Azis mengingatkan bahwa hasil kerja relawan menentukan citra program. Jika tidak sesuai standar, dampaknya bukan hanya di lingkungan sekolah, tetapi dapat meluas menjadi persoalan publik. Ia menegaskan peran Polres Sigi adalah melakukan pengawasan penuh, mulai dari penyediaan bahan, penyajian, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Karena SPPG Maku berada di wilayah hukum Polres Sigi, tanggung jawab kelancaran operasionalnya ada pada Polres Sigi.

Kepala Bidang Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Muh. Fauzan, yang mewakili Kadinkes dr. Trieko Larope, menjelaskan seluruh peserta merupakan warga Kabupaten Sigi yang telah lolos seleksi ketat untuk mempermudah mobilisasi saat bertugas. Peserta dibagi ke dalam tiga divisi: persiapan makanan, pengolahan, dan pengantaran, dengan kriteria berbeda tiap divisi dan melibatkan ahli gizi untuk memastikan prosedur sesuai standar gizi. Ia menegaskan Dinkes hadir sebagai pembina dan pengawas, serta mendorong seluruh relawan benar-benar menerapkan SOP yang diajarkan agar risiko keracunan dapat ditekan dan penerima manfaat memperoleh makanan dalam kondisi aman. Terkait peran Polri, dr. Fauzan meluruskan bahwa pengelolaan teknis makanan dilakukan relawan terlatih, bukan personel kepolisian, sedangkan Polri berperan sebagai mitra sekaligus pengawas untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan Presiden, yakni meningkatkan gizi generasi bangsa. “Program ini ada pertanggungjawaban hukumnya. Semua pihak harus menegakkan prinsip disiplin dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pelatihan berlangsung satu hari dengan total 8 jam pelajaran. Keenam materi disampaikan oleh narasumber Dinkes Kabupaten Sigi, yakni Kebijakan Keamanan Pangan dan Cemaran Pangan oleh Kepala Bidang dr. Muh. Fauzan; Pemeliharaan Lingkungan Kerja serta Pengendalian Vektor oleh Dinda, S.K.L.; Pembersihan dan Sanitasi Peralatan serta Tahapan Produksi Pangan Siap Saji oleh Maryam, S.K.M.; dan Higiene Perorangan Penjamah Makanan oleh Novi Cerly, Am.K.L.

Makanan bergizi gratis dari SPPG Maku akan didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sigi sesuai zonasi yang ditetapkan, demi ketepatan sasaran dan efektivitas program.

Pelatihan Penjamah Makanan merupakan kewajiban sesuai Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 dan PP Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Rif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *