Strong Point Pagi, Kapolres Sigi: Pimpinan Tak Boleh Hanya di Balik Meja

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – onlinenews.id//
Senin pagi, 26 Oktober 2026, pukul 06.30 Wita, Kapolres Sigi AKBP Agus Dwi Cahyono turun langsung memimpin kegiatan Strong Point bersama personel Satlantas Polres Sigi. Kegiatan berlangsung di Pertigaan Potoya, Jalan Poros Palu–Kulawi, Kecamatan Dolo.

Sebelum personel bergerak ke titik tugas, Kapolres memberikan arahan kepada jajaran Satlantas yang bertugas, kemudian mengajak seluruh peserta berdoa bersama. Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Sigi Iptu Rahmat.

Muat Lebih

Selain di Pertigaan Potoya, personel lain disebar di Jalan Poros Palu–Kulawi, Kota Pulu, Dolo, tepat di depan SMPN 4 Sigi. Dari jajaran Polsek Dolo, Kapolsek Dolo Iptu Moh. Rusman memimpin langsung anggotanya di depan sebuah sekolah dasar di Jalan Poros Palu–Kulawi, tidak jauh dari Mako Polsek Dolo.

Senin dipilih karena hari itu menjadi awal aktivitas warga, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak ke sekolah. Lewat kehadiran polisi di titik-titik padat, masyarakat diharapkan dapat berlalu lintas dengan aman, nyaman, dan kondusif.

Kepada wartawan, Kapolres Sigi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan perintah Kapolri. Menurutnya, jadwal kegiatan pimpinan telah diatur dari Senin hingga Minggu. Awal pekan diisi dengan turun ke lapangan melakukan pengaturan lalu lintas, dilanjutkan kegiatan ke sekolah-sekolah yang berkaitan dengan pendidikan.

Soal latar belakangnya, Kapolres menyebut Kapolri tidak menghendaki pimpinan hanya berada di belakang meja. Pimpinan, mulai dari Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek, diminta turun langsung ke jalan.

“Tujuannya, para pimpinan bisa melihat secara langsung kondisi yang ada di lapangan,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, kehadiran pimpinan di tengah warga juga membuat masyarakat mengenal pemimpinnya, sehingga diharapkan lebih tertib dalam beraktivitas di jalan.

Menanggapi perubahan sikap petugas yang kini lebih mengedepankan edukasi dan teguran persuasif, Kapolres menilai hal itu positif. Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi takut kepada polisi. Dengan edukasi yang diberikan, warga diharapkan menyadari sendiri kekeliruannya dan memperbaikinya.

Pantauan media ini di lokasi, petugas menyapa dan menasihati pengendara yang melanggar tanpa nada keras, dan pengendara menerimanya dengan baik. Seorang siswa bahkan terlihat memberi hormat kepada petugas.

Strong Point sendiri adalah penempatan personel kepolisian di titik-titik tertentu pada jam sibuk pagi dan sore hari untuk mengatur, menjaga, dan melayani lalu lintas. Tujuannya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, membantu penyeberangan anak sekolah, serta mencegah kemacetan dan kecelakaan.

Reporter: Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *