Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

  • Whatsapp

YOGYAKARTA – ONLINENEWS.ID//Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 melahirkan kepemimpinan baru. Haidar Muhammad Tilmitsani terpilih sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI DIY periode 2026–2031 dalam Muswil yang digelar di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ahad (20/9/2026).

Muswil mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Mengokohkan Peran, Mewujudkan Pemuda Masjid yang Berdaya dan Berdakwah.” Selain memilih Ketua Umum, forum Muswil juga menetapkan Tim Formatur yang bersama Ketua Umum terpilih akan melengkapi susunan kepengurusan DPW BKPRMI DIY periode 2026–2031.

Muat Lebih

Pemilihan Masjid Jogokariyan sebagai lokasi Muswil memiliki makna tersendiri. Masjid tersebut dikenal luas sebagai salah satu rujukan pengelolaan dan pemberdayaan masjid. Semangat tersebut diharapkan menginspirasi kepengurusan BKPRMI DIY mendatang untuk semakin mendekatkan generasi muda dengan masjid sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat dakwah, kaderisasi, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Muswil merupakan forum permusyawaratan tertinggi BKPRMI di tingkat wilayah. Selain menjadi momentum regenerasi kepemimpinan, forum ini menjadi sarana evaluasi kepengurusan sebelumnya, konsolidasi organisasi, serta perumusan kebijakan strategis dan rekomendasi organisasi untuk periode berikutnya.

Ketua Umum DPW DIY BKPRMI periode 2020-2025, H. Asmoyo, S.Pd.T., menegaskan bahwa Muswil tidak boleh dipahami sebatas agenda pergantian kepemimpinan.

“Muswil ini bukan sekadar memilih siapa yang akan menjadi ketua berikutnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memastikan estafet gerakan BKPRMI terus berjalan, ukhuwah semakin kuat, dan organisasi semakin mampu menjawab kebutuhan pemuda dan remaja masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kita ingin kepemimpinan baru membawa energi baru tanpa meninggalkan nilai, pengalaman, dan kerja baik yang sudah dibangun selama ini.”

Asmoyo berharap terpilihnya Haidar menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kekuatan dan potensi BKPRMI di DIY.

“Kami berharap Mas Haidar bersama kepengurusan yang nanti dibentuk dapat merangkul seluruh potensi BKPRMI. Tidak boleh ada yang merasa tidak terfasilitasi dalam memakmurkan masjid setelah Muswil. Musyawarah selesai, setelah itu semuanya bersama-sama memakmurkan masjid dan memberdayakan generasi muda.”

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Muswil BKPRMI DIY 2026, Aditya Ramadhona, S.T., mengatakan penyelenggaraan Muswil di lingkungan Masjid Jogokariyan membawa pesan penting mengenai arah gerakan BKPRMI ke depan.

“Kami sengaja menghadirkan Muswil di lingkungan Masjid Jogokariyan. Ada pesan yang ingin kami kuatkan bahwa BKPRMI harus kembali menjadikan masjid sebagai pusat gerakan pemuda. Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat lahirnya kader, gagasan, kepemimpinan, kegiatan sosial, dan berbagai ikhtiar pemberdayaan masyarakat.”

Menurut Aditya, selesainya Muswil bukan berarti pekerjaan organisasi telah selesai. Hasil-hasil Muswil selanjutnya perlu diterjemahkan menjadi struktur organisasi yang solid dan program kerja yang konkret.

“Hari ini kita telah menyelesaikan satu tahapan penting dengan terpilihnya Ketua Umum DPW dan terbentuknya Tim Formatur. Selanjutnya adalah memastikan hasil Muswil benar-benar diturunkan menjadi struktur yang solid dan program yang dirasakan manfaatnya. Harapannya, lima tahun ke depan BKPRMI DIY semakin hadir di tengah pemuda, remaja masjid, dan masyarakat.”

Sesuai ketentuan Muswil, Ketua Umum terpilih bersama Tim Formatur selanjutnya menyusun kepengurusan lengkap dan mengajukannya kepada DPP BKPRMI paling lambat 30 hari setelah Muswil. Tahapan berikutnya adalah proses pengesahan dan persiapan pelantikan atau pengukuhan pengurus.

Ketua Umum DPW BKPRMI DIY terpilih, Haidar Muhammad Tilmitsani, menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan yang diterimanya bukanlah amanah pribadi, melainkan amanah bersama seluruh keluarga besar BKPRMI DIY.

“Amanah ini tentu bukan amanah pribadi, tetapi amanah bersama. BKPRMI DIY harus menjadi rumah besar bagi pemuda dan remaja masjid. Kita ingin anak-anak muda merasa dekat dengan masjid, tumbuh bersama masjid, mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensinya, dan pada akhirnya mengambil peran untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Haidar menegaskan bahwa tema besar Muswil harus diterjemahkan menjadi gerakan konkret dalam lima tahun kepemimpinannya.

“Cinta masjid, pendidikan islam dari masjid harus menjadi fondasi kita. Tugas berikutnya adalah mengokohkan peran organisasi dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan oleh pemuda, remaja masjid, takmir, dan masyarakat. Dakwah harus terus berjalan, tetapi pada saat yang sama pemuda masjid juga harus berdaya.”

Haidar merupakan putra bungsu almarhum Ustadz Jazir, tokoh yang lekat dengan gerakan kemasjidan dan Masjid Jogokariyan. Latar belakang tersebut memberi makna tersendiri karena amanah kepemimpinan BKPRMI DIY diterimanya melalui Muswil yang diselenggarakan di lingkungan Masjid Jogokariyan.

Bagi Haidar, melanjutkan perjuangan orang tua bukan berarti harus menjadi sosok yang sama, melainkan menjaga nilai pengabdian sekaligus menerjemahkannya sesuai tantangan generasi saat ini.

“Saya tumbuh dengan melihat bagaimana masjid bukan hanya menjadi tempat sholat, tetapi menjadi tempat melayani umat. Nilai itulah yang ingin terus kita hidupkan. Bagi saya, meneruskan perjuangan orang tua bukan berarti harus menjadi sama, tetapi menjaga nilai pengabdian, keikhlasan, dan keberpihakan kepada umat, kemudian menerjemahkannya sesuai tantangan generasi hari ini.”

Haidar juga menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi dan seluruh struktur BKPRMI dalam menjalankan agenda organisasi lima tahun mendatang.

“Saya tidak mungkin menjalankan amanah ini sendiri. BKPRMI DIY akan kuat kalau DPW, DPD, DPK, lembaga-lembaga BKPRMI, para senior, takmir masjid, dan anak-anak muda bergerak bersama. Kita ingin lima tahun ke depan BKPRMI semakin terasa kehadirannya: pemudanya hidup, masjidnya makmur, organisasinya kuat, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.” tutupnya. Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *