Dari Srabutan Hingga Raja Sawit 90 Hektar: Kisah Sutiyo Putra Jati Sari Sawahan yang Mengharumkan Nama Gunungkidul di Kalimantan

  • Whatsapp

ONLINENEWS.ID//Nama Sutiyo mungkin tidak setenar artis atau pejabat. Tapi bagi warga Dusun Jatisari, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY. nama ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

Pria kelahiran Jatisari ini kini dikenal sebagai salah satu pekebun kelapa sawit sukses di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dari yang dulunya hanya buruh harian atau _srabutan_, kini ia mampu memiliki Lahan sawit produktif hampir 90 hektar hingga tahun 2026.

Berangkat dari Ponjong dengan Tangan Kosong
20 tahun lalu, Sutiyo memutuskan merantau ke Kalimantan. Bukan karena ingin hidup enak, tapi karena ingin mengubah nasib keluarga.
“Berangkat dari Jatisari cuma bawa nekat dan doa. Awalnya kerja apa saja. Jadi kuli, srabutan, apa yang penting halal,” kenang Sutiyo.

Hidup di tanah orang tidak mudah. Jauh dari keluarga, jauh dari kampung halaman. Tapi darah pekerja keras orang Gunungkidul mengalir deras dalam dirinya. Pantang menyerah, tekun, dan selalu ingat pesan orang tua: _“Nguli sing tenanan, ojo lali ngibadah”_.

20 Tahun Berjuang, Kini Kuasai 90 Hektar
Dari buruh harian, Sutiyo mulai menabung sedikit demi sedikit. Hasilnya dibelikan bibit, dibuka lahan kecil, lalu dikembangkan lagi.

Berkat ketekunan dan kejujuran, lambat laun lahan sawitnya berkembang. Sampai 2026 ini, total lahan produktif yang dikelola mencapai hampir 90 hektar di wilayah Desa Bai Jaya, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.

Angka yang fantastis untuk ukuran pekebun mandiri. Ini bukan warisan, tapi murni hasil keringat sendiri.

“Semua ini karena Gusti Allah dan kerja keras. Dulu tidak pernah kebayang punya lahan sebanyak ini,”Ujarnya merendah.

Tidak Lupa Asal dan Gemar Bersosial
Yang membuat Sutiyo berbeda bukan hanya suksesnya, tapi juga karakternya.

Meski sudah jadi “juragan” sawit, ia tetap dikenal sebagai sosok yang Jiwa sosialnya tinggi. Sering membantu warga, ikut kegiatan keagamaan, dan tidak pernah meninggalkan ibadah.

“Rezeki itu titipan. Kalau kita bagi, malah ditambah. Kalau kita pelit, habis,” kata Sutiyo yang mengaku tekun sholat dan rajin sedekah.

Sikap inilah yang membuat ia disegani di perantauan dan tetap dirindukan warga Jatisari.

Membawa Nama Baik Gunungkidul
Kisah Sutiyo menjadi inspirasi bagi banyak perantau asal Gunungkidul lainnya. Bahwa anak Ponjong juga bisa sukses di luar daerah tanpa melupakan akar budaya dan nilai gotong royong.

Ia berharap anak-anak muda Gunungkidul tidak takut merantau.

“Kuncinya cuma satu: tekun, jujur, dan tawakal. Nek rajin nguli, nek rajin ngibadah, InsyaAllah Gusti Allah paring dalan,” pesannya.

Dari tanah kapur Gunungkidul ke tanah subur Kalimantan. Dari _srabutan_ menjadi pemilik 90 hektar sawit. Itulah cerita Sutiyo, Putra Jatisari Sawahan yang membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk sukses.
(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *