Laporan Warga Direspons Cepat, Polisi Gerak Cepat Amankan TKP Tragedi Berdarah di Duyu

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Kecepatan respons aparat kepolisian menjadi sorotan dalam penanganan kasus tragedi berdarah yang menewaskan seorang pria bernama Jamil (30) bersama anaknya, Riski, di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (26/7/2026) malam. Begitu laporan warga diterima, aparat gabungan langsung bergerak mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dengan Bhabinkamtibmas sebagai simpul koordinasi pertama di lapangan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Duyu, Aipda I Wayan Putra Astawa, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Senin (27/7/2026) siang, menjelaskan bahwa dirinya menjadi pihak pertama yang dihubungi warga begitu kecurigaan muncul dari rumah korban.

Muat Lebih

Ia menuturkan, saksi bernama Bahtiar yang merupakan tetangga korban, sempat menghubunginya lebih dulu sebelum melapor ke Ketua RT setempat. _”Bahtiar itu tetangga korban, dia hubungi saya duluan sebelum ke Ketua RT. Saya minta dia tetap koordinasi juga dengan Ketua RT, baru kami bertiga mendatangi TKP,”_ ujar Aipda I Wayan.

Berbekal laporan tersebut, Aipda I Wayan langsung meneruskan informasi ke Tim Patroli Polsek Palu Selatan, yang kemudian bergerak menuju lokasi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Palu turut tiba di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Bhabinkamtibmas turut melaporkan perkembangan kejadian ini kepada pimpinannya, Kapolsek Palu Selatan AKP Kasim Bohari, mengingat lokasi kejadian berada dalam wilayah hukum Polsek Palu Selatan yang berkoordinasi langsung dengan Polresta Palu.

Aipda I Wayan turut menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, rasa aman bukan semata tanggung jawab kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama warga, sebagaimana ditunjukkan oleh kesigapan Bahtiar dan Ketua RT malam itu.

*Kronologi Versi Warga*

Berdasarkan penelusuran dari sejumlah sumber, peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 22.10 WITA, saat Bahtiar (49) mendengar suara keributan dari rumah Jamil. Merasa terganggu, ia sempat menegur dari luar pekarangan, namun keributan tak kunjung reda sehingga ia menghubungi Ketua RT setempat, Nurhamid (44).

Saat keduanya berada di depan rumah, terdengar teriakan seorang perempuan dari dalam, yang belakangan diketahui adalah Nur Hanisa (23), istri Jamil. Karena pagar rumah tergembok, keduanya membuka paksa akses masuk. Di dalam rumah, mereka mendapati Jamil tergeletak dengan luka tusuk di bagian perut, sementara Riski, anak korban, ditemukan telah meninggal dunia di salah satu kamar. Nur Hanisa sendiri ditemukan dalam kondisi terluka dan berlumuran darah.

Nur Hanisa selanjutnya dievakuasi dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Palu.

*Polisi Masih Buru Pelaku*

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Ismail Boby, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya hingga kini masih memburu terduga pelaku sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. _”Kami pihak penegak hukum khususnya Polresta Palu masih dalam pengejaran tersangka, jadi belum bisa memberikan keterangan. Video yang beredar di media sosial masih diduga pelakunya,”_ ujar AKP Ismail Boby.

Ia menambahkan, Satreskrim Polresta Palu masih melakukan olah TKP, mendata identitas saksi-saksi, serta telah mengevakuasi para korban. AKP Ismail Boby turut mengajak rekan media dan masyarakat untuk turut mendoakan agar pelaku segera dapat diringkus. _”Mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar pelaku segera dapat ditangkap,”_ tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, motif di balik peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan.

__Diolah dari keterangan Bhabinkamtibmas Kelurahan Duyu Aipda I Wayan Putra Astawa, keterangan Humas Polresta Palu, serta sumber media lain_ Rif_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *