ONLINENEWS.ID//PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) meresmikan dan memperkuat kerja sama budidaya ayam broiler di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (03/09/260. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan Days Old Chick (DOC) serta pendampingan dan bimbingan teknis budidaya.
Melalui kemitraan ini, para peternak di Gunungkidul diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kemandirian usaha, sekaligus berkontribusi terhadap ketersediaan protein hewani yang stabil bagi masyarakat.
Hal itu dikatakan Rachmat Indrajaya, Direktur JAPFA bahwa kerja sama budidaya merupakan bagian dari komitmen JAPFA untuk mendukung peternak rakyat melalui akses terhadap DOC, pendampingan teknis, dan kolaborasi pemasaran yang berkelanjutan.
“Di sisi hilir, JAPFA juga menyerap hasil produksi peternak melalui fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang kami miliki. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan usaha peternak rakyat”, ungkap Rachmat.
Kerja sama budidaya ini, demikian ditambahkan Rachmat, dibangun dan diberdasarkan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pembagian peran yang jelas.
Selain itu, peternak bertanggung jawab atas infrastruktur kandang dan tenaga kerja. Sementara, JAPFA memastikan ketersediaan DOC sesuai standar kualitas serta memberikan pendampingan teknis, sedang Koperasi LPER berperan sebagai koordinator komunitas peternak sekaligus katalisator usaha Bersama dalam hilirisasi hasil peternakan.
Hal tersebut disambut baik oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P pihaknya menilai kolaborasi antara swasta, koperasi, dan peternak dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara swasta dan koperasi ini dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah kami. Menjadikan peternak rakyat sebagai penyedia pangan yang tangguh adalah kunci. Dengan adanya bimbingan teknis dan akses pasar, kami berharap para peternak di Gunungkidul dapat memiliki usaha yang lebih stabil dan skala yang terus bertumbuh untuk berkontribusi langsung pada ketersediaan protein hewani bagi Masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, Dirjen PKH Kementerian Pertanian RI dalam sambutannya menegaskan bahwa sebagai tindak lanjut implementasi Permentan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, Kementerian Pertanian mendorong kemitraan.
“Karena industri dan peternak rakyat harus tumbuh bersama. Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan usaha menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya usaha peternakan, tetapi ekosistem pangan yang mampu menjaga pasokan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” jelas Agung.
Di tempat yang sama, H. Mulyadi Atma, Ketua Koperasi LPER, mengapresiasi Ditjen PKH dan JAPFA atas terjalinnya kerja sama.
Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan direplikasi di seluruh wilayah keanggotaan LPER yang tersebar di 17 provinsi.
Lebih lanjut, Mulyadi mengimbau kepada anggota LPER yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kerja sama ini agar dapat menjaga amanah dan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kerja sama dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang optimal, serta menciptakan nilai bagi kedua belah pihak.
Sinergi ini, Mulyadi berujar, juga difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan peternak rakyat melalui sistem insentif yang jujur dan berbasis kinerja, sehingga diharapkan dapat mendorong peternak untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat. Melalui pengelolaan risiko secara bersama dan penerapan standar budidaya yang selaras dengan ketentuan regulasi,
Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan bagi peternak.
“Kami berharap penguatan kerjasama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan dan menjadikan peternak rakyat sebagai rekanan pangan yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.
Diketahui, PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, serta perdagangan dan lain-lain. Diiringi dengan program-program kegiatan sosial yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, JAPFA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan nilai perusahaan “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”
Penulis: Agus
Editor: HRD






