BANTUL – ONLINENEWS.ID//SEORANG pria paruh baya berinisial S (51) ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi di Jalan Parangtritis Km 15,2, Dusun Gerselo, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Selasa (21/7/2026) pagi. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan bersama tim medis serta Unit Identifikasi Polres Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan korban pertama kali diketahui warga sekitar dalam kondisi telungkup di saluran irigasi sekitar pukul 06.00 WIB.
“Peristiwa ini pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Karena mengenali korban sebagai warga setempat, mereka kemudian mengangkat tubuh korban dan membawanya ke rumah sebelum kejadian dilaporkan kepada pihak kepolisian,” kata Rita, Selasa.
Rita menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, salah seorang saksi sempat melihat korban berada di sekitar lokasi sekitar pukul 05.00 WIB. Satu jam kemudian, tiga warga lainnya mendapati korban sudah dalam kondisi telungkup di dalam saluran irigasi.
“Korban diketahui masih berada di sekitar lokasi sekitar pukul lima pagi. Kemudian sekitar pukul enam, warga menemukan korban sudah tidak bergerak dalam posisi telungkup di saluran irigasi,” ujarnya.
Polisi Lakukan Pemeriksaan di Rumah Korban
Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Jetis AKP Soni Yuniawan bersama personel gabungan Polsek Jetis, Bhabinkamtibmas, Unit Identifikasi Polres Bantul, serta petugas medis Puskesmas Jetis II langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut Rita, saat petugas tiba, jenazah sudah dipindahkan oleh warga ke rumah duka sehingga pemeriksaan dilakukan di rumah korban.
“Petugas langsung melakukan identifikasi dan visum luar bersama tenaga medis untuk memastikan penyebab kematian. Seluruh prosedur kepolisian telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Petugas hanya menemukan lecet kecil pada bagian daun telinga kiri, sedangkan kondisi lainnya mengarah pada proses kematian alami dan masih menunggu kesimpulan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” terang Rita.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan juga mendapati bibir korban membiru, kuku memutih, serta tidak ditemukan kekakuan mayat saat dilakukan pemeriksaan.
Korban Memiliki Riwayat Epilepsi
Berdasarkan keterangan keluarga, Sarjiyono diketahui telah lama mengidap penyakit epilepsi atau ayan sejak kecil dan rutin menjalani pengobatan di Puskesmas Jetis II.
“Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat epilepsi sejak kecil dan masih menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Keterangan ini menjadi salah satu informasi penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan petugas,” ungkap Rita.
Selain itu, korban diketahui tinggal bersama kakak perempuannya dan memiliki kebiasaan keluar rumah pada pagi hari untuk buang air besar di sekitar saluran irigasi tempat korban ditemukan.
“Menurut keluarga, korban memang memiliki rutinitas setiap pagi menuju lokasi tersebut. Seluruh informasi dari keluarga maupun saksi kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan itu telah dituangkan dalam surat resmi yang disampaikan kepada kepolisian.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian serupa kepada kepolisian tanpa memindahkan korban dari lokasi agar proses olah tempat kejadian perkara dapat dilakukan secara maksimal,” pungkas Rita. Red






