Wisata Paleo Karangasem Ponjong: Gua & Cangkang Fosil Purba Dibuat Ulang untuk Mengingatka Kehidupan Zaman Purba

  • Whatsapp

GUNUNGKIDUL – ONLINENEWS.ID//Berbeda dari situs fosil pada umumnya, *Wisata Paleo Karangasem, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul* hadir dengan konsep unik. Semua *gua dan cangkang fosil purba* yang ada di lokasi ini merupakan *hasil karya dan rekayasa warga setempat*.

Tujuannya satu: *mengedukasi dan mengingatkan generasi sekarang tentang kehidupan manusia purba yang dulu hidup di gua-gua dan di antara bebatuan.*
*”Museum Terbuka” Buatan Warga*

Muat Lebih

Pengelola wisata bersama pemuda Karangasem sengaja membangun replika gua-gua kecil, tebing batu, dan cangkang-cangkang raksasa dari semen dan batu.

“Bukan fosil asli, tapi kami buat semirip mungkin. Tujuannya biar anak-anak dan pengunjung bisa merasakan suasana zaman purba. Dulu nenek moyang kita hidupnya di gua, berteduh di batu, cari makan di sekitar sini,” ujar salah satu pengelola wisata.

Di setiap sudut pengunjung akan menemukan:
1. *Replika Gua Hunian*: Gua buatan dengan dinding berukir, menggambarkan tempat tinggal manusia purba.
2. *Monumen Cangkang Raksasa*: Patung cangkang Dina saurus yang hidup 1000 an tahun yang lalu , patung orang zaman purba berukuran besar juga cangkang-cangkang fosil kerang laut sebagai simbol bahwa wilayah Gunungkidul dulunya dasar laut.
3. *Area Edukasi Batu*: Tumpukan batu dan alat-alat sederhana untuk menggambarkan kehidupan berburu dan bertahan hidup.

Semua instalasi ini dibangun tanpa merusak alam sekitar dan menggunakan material lokal.

*Edukasi Sejarah, Bukan Ilmiah Geologi*

Berbeda dengan Geopark yang fokus pada fosil asli jutaan tahun, Wisata Paleo Karangasem lebih ke arah *edukasi budaya dan sejarah peradaban*.

“Kalau ke museum kita cuma lihat di balik kaca. Di sini anak-anak bisa masuk ke ‘gua’, foto dengan ‘cangkang raksasa’, dan langsung dijelaskan gurunya tentang bagaimana dulu manusia beradaptasi dengan alam,

*Harapan Ke Depan*

Warga Karangasem berharap wisata ini bisa menjadi pengingat bahwa manusia harus belajar dari masa lalu. Hidup sederhana, menjaga alam, dan menghargai proses peradaban.

“Kami ingin Ponjong punya ciri khas. Lewat wisata ini, kami ingin cerita tentang zaman purba tetap hidup, meskipun hanya lewat replika,” tutup pengelola
Paleo juga menyediakan kolam renang gratis bagi pengunjung yang menginap serta mobil jip terbuka untuk keliling di daerah pegunungan Ponjong melihat indahnya gua-gua dan pemandangan alami di puncak gunung seribu.jelas Setu pemandu wisata
Saat memberikan keterangan singkat kepada Awak Media (Pri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *