SIGI SULTENG – ONLINENEWS.ID//Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 membawa saya pada satu ingatan lama, tentang perjumpaan singkat dengan perempuan yang kelak mencatatkan namanya sebagai jenderal polisi wanita pertama di Indonesia, almarhumah Jeanne Mandagi.
Saat itu, 31 Juli 1990, saya masih berstatus mahasiswa(PTS) dan menghadiri seminar nasional bertema “Mewujudkan Pemerintahan Berdasar atas Hukum” di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok. Seminar ini digelar atas kerja sama Pengurus Pusat Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (Persahi) dengan Fakultas Hukum UI, dan Jeanne Mandagi hadir sebagai salah satu narasumber.
Polri kala itu masih berada di bawah payung ABRI, sehingga pangkat yang disandang Jeanne Mandagi adalah Kolonel Polisi, setingkat perwira menengah, sejalan dengan posisinya sebagai Kepala Divisi Penerangan Polri. Jenjang perwira tinggi baru akan diraihnya setahun kemudian, ketika ia naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
Sesaat sebelum memasuki ruang seminar, saya memberanikan diri meminta foto bersama. Permintaan itu disambut dengan ramah, hanya berbekal satu pesan singkat yang terucap sambil tersenyum, “jangan disalahgunakan ya”. Kalimat sederhana itu tetap tersimpan dalam ingatan hingga sekarang, mewakili kesan akan sosok yang tegas sekaligus rendah hati.
Pertemuan singkat itu menjadi satu-satunya momen saya berhadapan langsung dengannya. Namun rasa bangga muncul kemudian, setahun berselang, ketika Jeanne Mandagi tercatat sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menyandang pangkat jenderal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Jeanne Mandagi lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 2 April 1937, dan menamatkan pendidikan hukum di Universitas Indonesia pada 1963. Karier kepolisiannya dimulai sejak resmi menjadi anggota Polisi Wanita pada 1 Desember 1965, dengan fokus yang kemudian dikenal luas pada bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, termasuk pengalamannya sebagai Narcotics Desk Officer ASEAN pada 1985.
Pada 1991, ia mendapatkan kenaikan pangkat perwira tinggi sebagai brigadir jenderal dengan satu bintang di pundak, yang mengukuhkannya sebagai jenderal polisi wanita pertama di Indonesia. Sebelum mencapai pangkat tersebut, ia sempat dipercaya menjabat Kepala Divisi Penerangan Polri sejak 1989. Jeanne Mandagi wafat di Jakarta pada 7 April 2017, dalam usia 80 tahun. [Sindonews + 2]
Namanya kini lekat sebagai salah satu sosok inspiratif bagi jajaran polisi wanita di Indonesia, bukti bahwa jalan menuju puncak karier di institusi kepolisian bisa ditempuh siapa saja yang menekuni profesinya dengan sungguh-sungguh.
_Diolah dari kenangan pribadi penulis serta sejumlah sumber riwayat hidup Jeanne Mandagi._ _Rif_






