SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Sebuah pernyataan singkat namun sarat makna terlontar dari Kapolres Sigi AKBP Kari Amsa Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., dalam penutup sambutannya pada Upacara Kenaikan Pangkat, sehari sebelum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 digelar. Di tengah rangkaian seremonial yang biasanya diisi arahan tugas dan target kinerja, Kapolres justru berpesan kepada seluruh jajarannya agar tidak melupakan peran ibu sebagai orang tua, istri sebagai pendamping hidup, dan anak perempuan dalam keluarga masing-masing. Pesan itu jarang terdengar dalam forum-forum semacam ini, dan justru karena itu terasa berbeda.
Menelusuri makna di balik pesan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Sigi Ny. Ayu Ritonga, yang juga istri dari Kapolres Sigi, membenarkan bahwa sikap menghargai perempuan dalam keluarga memang bukan sekadar retorika di atas mimbar. Menurutnya, suaminya sehari-hari memang dikenal *selalu menghargai seorang istri dan anak perempuannya, terutama ibu.* Ia menjelaskan filosofi yang dipegang keluarganya secara sederhana: seorang ibu yang baik akan mendorong anak laki-lakinya memuliakan istri, sementara istri yang baik akan mendorong suaminya memuliakan ibunya sendiri. Prinsip itu pula yang menurutnya membuat suaminya senantiasa mengajaknya berdiskusi sebelum mengambil keputusan, sehingga ia merasa memiliki peran penting dalam perjalanan karier sang suami.
Sebagai Ketua Bhayangkari, Ny. Ayu Ritonga juga berbagi cara pandangnya dalam mendampingi istri-istri anggota Polres Sigi menjalani konsekuensi hidup berkeluarga dengan seorang anggota kepolisian. Ia mengingatkan bahwa seorang istri anggota Polri berperan sebagai penopang di belakang tugas suami, dan sikap yang bijak dari seorang istri turut menentukan kelancaran dinas suaminya. Kepada para istri, ia berpesan agar *ikhlaskan suami untuk masyarakat dan negara, insyaallah pulang dengan selamat, pergi dengan tenang.* Ia bahkan menyinggung sisi paling berat dari kehidupan seorang Bhayangkari, yakni kesiapan mental menghadapi kemungkinan terburuk, karena banyaknya waktu keluarga yang harus dikorbankan selama masa dinas sang suami berlangsung.
Momen pascagempa yang mengguncang Sigi turut disinggung dalam perbincangan ini. Ny. Ayu Ritonga mengaku sempat terkejut dengan sambutan warga saat ia dan rombongan pengurus Bhayangkari Cabang Sigi turun langsung membagikan bantuan ke Kecamatan Palolo. Ia mengaku sengaja tidak membagikan sembako secara simbolis semata, melainkan turun tangan menyerahkannya secara langsung kepada warga terdampak. Kepuasan tersendiri ia rasakan tatkala melihat senyum warga yang masih dibayangi trauma dan rumah yang hancur, sebuah momen yang menurutnya menegaskan bahwa *kita memang berbeda-beda tapi tetap satu.*
Di penghujung perbincangan, Ny. Ayu Ritonga menitipkan pesan khusus bagi para istri anggota yang suaminya tengah bertugas di garis depan wilayah Palolo pascagempa. Ia meminta para istri menjaga anak-anak di rumah, menjaga nama baik suami, dan mengurangi aktivitas di luar rumah bila tidak mendesak, agar ketenangan pikiran suami yang bertugas di lapangan tetap terjaga. Perbincangan ini ditutup dengan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dari Ketua Bhayangkari Cabang Sigi untuk seluruh personel Polri.
Wawancara ini dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Markas Polres Sigi, Rabu (1/7/2026), sebagaimana telah diberitakan sebelumnya. Sosok Ketua Bhayangkari yang menekankan penghargaan terhadap peran perempuan dalam keluarga anggota Polri ini melengkapi rangkaian peringatan yang turut diwarnai penghargaan kepada tiga satuan kerja berprestasi serta pemotongan tumpeng bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sigi.
_Diolah dari hasil wawancara langsung dengan Ketua Bhayangkari Cabang Sigi Ny. Ayu Ritonga._
_*Reporter: Rif*_q






