PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Hari belum sepenuhnya tenang ketika Kapolsek Palu Barat, IPTU Irfan Mudzakkar, S.A.P., sudah memimpin anggotanya bergerak ke berbagai titik di wilayah hukumnya. 2 Kecamatan yaitu Palu Barat dan Ulujadi—,yang masing masing terdiri dari 6 Kelurahan
— menjadi tanggung jawabnya pasca gempa M 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026.
Salah satu langkah yang paling terasa dampaknya bagi warga adalah penertiban antrean bahan bakar minyak. Kemarin, kepanikan pascagempa memicu antrean panjang di dua SPBU — di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Antrean mengular, situasi berpotensi tidak kondusif.
Atas arahan Kapolresta Palu, Kombes Pol. Hari Rosena, personel Polsek Palu Barat turun langsung ke lokasi dan memberlakukan pembatasan pengisian: mobil maksimal 10 liter, motor maksimal 3 liter, sementara truk ditunda pengisiannya. Langkah itu bekerja. Menjelang sore, antrean sudah tidak ada.
“Kami laksanakan arahan Kapolresta untuk mengatur situasi di SPBU agar tidak semakin panik,” ujar IPTU Irfan saat dihubungi via WhatsApp, Rabu, 17 Juni 2026.
Di luar urusan BBM, cakupan tugas Polsek Palu Barat kemarin dan hari ini cukup luas. Wilayah pesisir yang menjadi kawasan wisata — dengan deretan hotel dan fasilitas rekreasi di dalamnya — terus dipantau. Satu mal besar yang berada dalam wilayah hukum Polsek Palu Barat juga ikut dimonitor untuk memastikan kondisi aman bagi pengunjung dan pengelola.
Personel Polsek juga ikut membantu pendirian tenda di RS Anutapura bersama instansi terkait — langkah kecil yang berarti bagi tenaga medis yang harus tetap melayani pasien di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Yang tidak kalah penting: IPTU Irfan mendampingi Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, beserta tim teknisnya untuk meninjau Jembatan 3 — memastikan apakah infrastruktur lalu lintas vital itu masih layak dilintasi atau perlu ditutup sementara.
Kepada para Bhabinkamtibmas di bawah koordinasinya, Kapolsek memberikan arahan tegas: terus siap membantu warga, mendata kerusakan bangunan, dan berpatroli menjaga ketertiban. Hingga berita ini diturunkan, seluruh personel Polsek Palu Barat masih berstatus siaga.
Di tengah berbagai narasi miring yang kerap menyudutkan institusi kepolisian di media sosial, gambaran dari lapangan hari ini bicara lebih keras dari sekadar komentar: aparat yang bertugas di wilayah terdampak tetap profesional serta peduli kepada masyarakat lewat tindakan nyata.Rif.
(Sumber: IPTU Irfan Mudzakkar, S.A.P., Kapolsek Palu Barat, Polresta Palu)






