SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Usai rangkaian acara formal Konferensi Cabang ke-III Nahdlatul Ulama Kabupaten Sigi, Rabu (3/6/2026), Ketua Panitia Pelaksana Ryan Hidayat meluangkan waktu untuk berbincang singkat. Ia menjelaskan makna dan mekanisme forum lima tahunan yang baru saja resmi dibuka itu di Pondok Pesantren An-Nahdliyyah Daarus Shohabah, Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru.
Menurut Ryan, Konfercab adalah forum tertinggi di tingkat kabupaten yang digelar setiap lima tahun sekali untuk memilih ketua dan pengurus baru. “Momentum lima tahun inilah yang kemudian semua pengurus itu sudah berhenti masa jabatannya, sehingga dilakukan pemilihan kembali untuk kepengurusan yang baru,” jelasnya. Konfercab kali ini akan menghasilkan kepengurusan PCNU Kabupaten Sigi untuk periode 2026–2031.
Sebelum Konfercab digelar, PCNU Sigi berjalan di bawah kepengurusan caretaker yang dibentuk oleh Pengurus Wilayah NU Sulawesi Tengah. Tugas caretaker hanya satu — mempersiapkan Konfercab agar lahir kepengurusan yang definitif. Masa stagnan antara berakhirnya kepengurusan lama hingga digelarnya Konfercab ini, kata Ryan, berlangsung kurang dari setahun.
Soal mekanisme pemilihan, prosesnya tidak sederhana. Setelah pembukaan resmi, forum dipimpin steering committee yang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban, rekomendasi, hingga sidang komisi. Ada dua posisi yang akan dipilih — Rais Syuriah yang membidangi keagamaan, dan Ketua Tanfidziyah selaku pelaksana harian organisasi.
“Untuk pengukuhan itu tidak langsung,” ujar Ryan. Setelah ketua terpilih, masih ada proses formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap, kemudian pengusulan SK ke PBNU melalui Pengurus Wilayah. Baru setelah SK turun, pengukuhan resmi bisa dilaksanakan.
Yang paling berkesan dari perbincangan ini justru harapan Ryan untuk kepengurusan yang akan lahir dari forum tersebut. Ia tegas menyebut NU Sigi ke depan tidak boleh mengejar kepentingan apapun. “NU ini betul-betul harus berbuat untuk daerah,” katanya. Salah satu program yang ia impikan adalah Bahtsul Masail — forum kajian rutin bulanan atau tiga bulanan untuk membahas problematika umat dan mencari solusinya bersama. “NU harus berdiri untuk memberikan manfaat, bersinergi dengan pemerintah dalam hal program keagamaan,” tegasnya.
Mengingat Kabupaten Sigi yang heterogen, Ryan menegaskan NU harus selalu tampil di garis terdepan dalam isu kebangsaan dan kebhinekaan. Ia juga menyambut baik masukan Bupati Sigi agar pengurus NU menempatkan wakilnya di setiap kecamatan, sehingga koordinasi antara organisasi dan pemerintah daerah bisa berjalan efektif hingga ke tingkat ranting.
“Insya Allah NU Sigi ke depan betul-betul tidak mengejar hal apapun, akan tetapi berbuat untuk daerah,” pungkas Ryan Hidayat. _(Reporter-Fotografer/Rif)*_






