SIGI,SULTENG – ONLINENEWS.ID// Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bukan sekadar hadir sebagai tamu kehormatan di Konferensi Cabang ke-III Nahdlatul Ulama Kabupaten Sigi, Rabu (3/6/2026). Ia yang membuka acara secara resmi, sekaligus menyampaikan sejumlah persoalan nyata yang ia harapkan bisa dihadapi bersama organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Di hadapan peserta Konfercab yang berkumpul di Pondok Pesantren An-Nahdliyyah Daarus Shohabah, Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Rizal berbicara lugas. Sigi masih bergulat dengan peredaran narkoba yang menempatkan kabupaten ini di peringkat dua Sulawesi Tengah, angka stunting yang tinggi, dan kemiskinan yang meski mulai turun belum selesai. Dari 12 persen, angka kemiskinan kini berada di 10 persen. Stunting turun dari lebih 2.000 kasus menjadi sekitar 1.300-an. Kemiskinan ekstrem tinggal 1,06 persen.
“Siapa lagi yang bisa bantu kami meyakinkan bahayanya narkoba ini, kalau bukan para dai,” ujarnya. Rizal berharap jaringan ulama dan dai NU bisa menjangkau langsung keluarga-keluarga di tingkat desa — ruang yang tidak selalu bisa diisi oleh program pemerintah semata.
Di bidang pendidikan, Rizal mengabarkan Sigi menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang mendapat Program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat. Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang dirasakan hampir semua daerah saat ini, ia menegaskan tetap berupaya menghadirkan program nyata bagi masyarakat. “Baru Sigi yang dibangun Sekolah Rakyat dari 13 kabupaten kota,” katanya.
Rizal juga menyampaikan dua agenda besar yang akan melibatkan NU secara langsung. Pertama, Kabupaten Sigi dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-31 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dijadwalkan dibuka Gubernur pada 7 Juni dan berakhir 13 Juni mendatang. Kedua, menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, Pemkab Sigi berencana menggelar Zikir Akbar yang akan disponsori BSI. Rangkaian kegiatan itu juga akan diwarnai lomba Marawis dan lomba lainnya.
Soal keamanan dan kerukunan, Bupati meminta NU ikut mengambil peran aktif di tengah masyarakat Sigi yang heterogen. Adanya gangguan kamtibmas yang terjadi beberapa hari sebelumnya ia jadikan pengingat bahwa menjaga ketenteraman bukan semata tugas aparat. NU, kata Rizal, harus menjadi perpanjangan tangan hingga ke tingkat ranting di setiap kecamatan.
Rizal yang mengaku berlatar belakang NU menutup sambutannya dengan nada optimis. Di tengah efisiensi anggaran yang menjadi tantangan nasional, ia menegaskan tidak akan berhenti membangun Sigi. “Mari kita selalu koordinasi, komunikasi dalam segala hal,” katanya kepada seluruh peserta Konfercab.Reporter/Fotografer:Rif






