Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Anwar Hafid Ikut Baksos TNI AL di Kampung Nelayan Talise — dan Pulang dengan Gagasan Besar untuk Selat Makassar

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID//Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengaku tidak menyangka peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini akan menjadi pengalaman yang belum pernah ia rasakan seumur hidup. Bukan hanya soal upacara dan protokol — tapi soal naik kapal perang, menyaksikan simulasi pendaratan tempur, hingga memandang kota Palu dari tengah teluk dengan sudut pandang yang sama sekali berbeda.

“Ini pertama kali dalam hidup saya. Upacara di atas KRI Teluk Kupang, naik kapal perang — luar biasa,” kata Anwar Hafid usai menghadiri rangkaian kegiatan Bakti Sosial Satgas Operasi Trisila II TNI AL Tahun 2026 di Pantai Kampung Nelayan Talise, Kota Palu, Senin (1/6/2026).

Muat Lebih

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir Talise Pali itu digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Selain upacara di atas kapal, rangkaian acara mencakup penyerahan sembako kepada warga Kampung Nelayan, bakti kesehatan, cek darah gratis, dan donor darah.

Gubernur mengaku terkesan bukan hanya dengan seremonialnya — tapi justru oleh apa yang ia saksikan dari atas kapal. Ia memandang pesisir Palu dari tengah Teluk, dan yang ia catat bukan hanya keindahannya.

“Saya melihat begitu banyak lubang-lubang di sepanjang pesisir ini yang perlu kita perbaiki supaya kelihatan lebih bagus dari kondisi sekarang,” ujarnya. Sebuah catatan yang terdengar sederhana, tapi mengandung pekerjaan rumah yang tidak kecil bagi tata ruang pesisir Palu pascabencana 2018.

Yang juga membekas baginya adalah simulasi pendaratan taktis yang disaksikannya hari itu. “Itu baru simulasi, saya sudah ketakutan. Bagaimana kalau aslinya?” kata Gubernur, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Di balik momen seremonial itu, Anwar Hafid menyimpan sebuah gagasan yang lebih besar. Menyaksikan langsung operasi TNI AL di jalur perairan strategis membuat Gubernur berpikir jauh ke depan — bahwa Selat Makassar punya potensi yang selama ini belum digarap maksimal.

“Selat Makassar itu salah satu selat yang sangat strategis, baik dalam perdagangan dunia, pertahanan, maupun keamanan. Mirip-mirip dengan Selat Hormuz,” ujarnya.

Ia bahkan mengungkapkan rencananya mengundang seluruh gubernur yang wilayahnya berbatasan dengan Selat Makassar — dari Sulawesi Utara hingga perbatasan selatan Indonesia — untuk duduk bersama membahas potensi ekonomi dan pertahanan kawasan itu.

“Kita harus menjadikan Selat Makassar ini seperti Selat Hormuz yang bisa memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara maupun pendapatan daerah,” tegasnya.

Soal dukungan Pemerintah Daerah terhadap TNI AL, Gubernur tidak ragu. Menurutnya, hibah kepada instansi vertikal termasuk TNI AL adalah sesuatu yang sah secara regulasi, karena tugas mereka bersinggungan langsung dengan kepentingan daerah.

Satu hal lagi yang ia singgung: pangkalan kapal selam di Palu. Sebelum bencana 2018, rencana itu sudah ada. Kini Gubernur menyatakan akan mendorong kembali agar Palu bisa masuk kembali dalam peta pangkalan kapal selam nasional. “Tadi kami bicarakan di sana bahwa dulu sudah direncanakan, tapi karena bencana ini kita akan susulkan lagi kembali,” ujarnya.

Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan bagian dari Satgas Ops Trisila II TNI AL Tahun 2026 — sebuah operasi yang dirancang untuk mendekatkan kedaulatan, penegakan hukum, dan keamanan laut di wilayah perairan ALKI II yang membentang sepanjang Selat Makassar.

Wakil Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji menjelaskan bahwa Palu bukan titik singgah biasa dalam operasi ini.

“Palu merupakan bagian dari komunitas maritim di Selat Makassar yang membentang dari utara Sulawesi Utara hingga perbatasan selatan Indonesia. Ini salah satu titik strategis yang wajib disinggahi Satgas Trisila,” kata Kolonel Agung.

Unsur yang dilibatkan mencakup KRI Teluk Kupang 519, Helikopter Panther HS-1310, dan pasukan pendarat marinir — semuanya tergabung dalam SSAT, Sistem Senjata Armada Terbang.

Komandan Lanal Palu Kolonel (Mar) Muhammad Ali Wardhana menyebut pemilihan Pantai Talise sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Selain karena lokasinya yang ramai dan mudah dijangkau warga, kegiatan serupa juga digelar di Donggala. Ia juga menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat generasi muda Sulawesi Tengah untuk bergabung dengan TNI AL.

“Saya berharap masyarakat Palu, umumnya Sulawesi Tengah, bisa lebih banyak mendaftarkan diri ke TNI Angkatan Laut. Sebelumnya hanya beberapa orang saja yang mendaftar,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan lintas institusi yang jarang terjadi di pesisir Palu. Hadir mendampingi Gubernur, Pangdam XXIII/Palawa Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, serta Kasrem 132/Tadulako Kolonel Inf A.T. Chrishardjoko mewakili Danrem.

Dari unsur Polri, perwakilan Polda Sulawesi Tengah turut hadir mendampingi jalannya kegiatan. Turut hadir pula perwakilan Kejati Sulteng, Kabinda Daerah Sulteng, serta Danden AU Palu Letkol Kal Suhardin — melengkapi wajah Forkopimda Sulawesi Tengah dalam satu frame di tepi pantai Talise.

_Repoter/Fotografer: Rif_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *