Prajurit dan Warga Padati Lapangan Makodam XXIII/Palaka Wira, 27 Hewan Kurban Disalurkan di Hari Raya Idul Adha 1447 H

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – ON LINE NEWS.ID// Pagi itu Kota Palu bergerak lebih awal dari biasanya. Sejak setengah tujuh, arus manusia mengalir dari berbagai penjuru — ada yang mengendarai motor, ada yang memilih berjalan kaki — semuanya menuju satu arah: masjid dan lapangan terbuka. Di antara titik-titik pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H itu, Lapangan Upacara Markas Kodam XXIII/Palaka Wira menjadi salah satu yang paling ramai.

Jamaah terus berdatangan hingga lapangan penuh sesak. Prajurit TNI berdiri bersaf dengan warga sipil, tanpa jarak yang berarti. Di sinilah, pada hari raya kurban yang jatuh Rabu (27/5/2026) ini, kebersamaan antara tentara dan masyarakat tampak bukan sekadar seremonial.

Muat Lebih

Sholat Id dipimpin oleh Ustadz Afrizal Abdul Muis, S.Pd.I., sebagai imam. Khutbah disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., yang mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS — tentang keikhlasan yang tak goyah, kesabaran yang tertempa, dan ketaatan yang tak bersyarat kepada Allah SWT.

_Hakikat kurban bukan semata menyembelih hewan. Ia adalah bentuk pengorbanan kepentingan pribadi demi kepentingan umat, bangsa, dan pengabdian kepada Allah SWT._
_— Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua FKUB Sulawesi Tengah, dalam khutbah Idul Adha 1447 H_

Kegiatan mengusung tema “Jadikan Hikmah Idul Adha sebagai Motivasi untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa Prajurit TNI yang Prima dalam Melaksanakan Tugas dan Pengabdian untuk Indonesia Maju.” Sebuah tema yang tidak sekadar slogan — melainkan cermin dari semangat pengabdian yang coba dihidupi setiap hari oleh aparat berseragam itu.

Usai pelaksanaan ibadah sholat dan khutbah, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar beserta istri, bergabung bersama jamaah dan tamu undangan — momen halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Jabat tangan mengalir dari satu orang ke orang lain, tanpa protokol yang kaku.

Para tamu undangan kemudian diajak menikmati santap pagi bersama yang disiapkan panitia — momen sederhana yang terasa bermakna, ketika orang-orang dari latar belakang berbeda duduk semeja dalam satu kebersamaan.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Pangdam Sianipar kepada Panitia Kurban. Tahun ini Kodam XXIII/Palaka Wira menyalurkan 27 ekor hewan kurban yang dagingnya akan didistribusikan kepada warga yang berhak menerimanya — wujud nyata kepedulian institusi militer kepada masyarakat di sekitarnya.

Idul Adha, dengan segala ritualnya, selalu menyimpan pesan yang tak pernah usang: bahwa yang paling berharga untuk dikurbankan bukan harta atau hewan semata, melainkan ego dan kepentingan diri sendiri. Dan di lapangan Makodam pagi itu, pesan itu seolah hadir dalam bentuk yang paling konkret.

_Reporter : Rif_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *