Ketua PSHT Palu Sambut Hangat Lahirnya PSM: “Pencak Silat Bukan Menyusut, Tapi Terus Tumbuh”

  • Whatsapp

PALU,SULTENG – ONLINE
NEWS.ID//Sujoko tidak sependapat ketika ada yang menyebut pencak silat mulai meredup. Ketua Cabang Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun wilayah Kota Palu itu justru melihat hal sebaliknya.

“Semakin lama pencak silat semakin berkembang. Teknik-tekniknya makin luar biasa. Jadi bukan menyusut, tapi justru terus tumbuh,” kata Sujoko, ditemui usai pengukuhan Pengurus Provinsi Pencak Silat Militer (PSM) Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di Gedung Gelora Bumi Kaktus, Kota Palu, Jumat (22/5/2026).

Muat Lebih

Malam itu, Sujoko hadir sebagai salah satu tokoh perguruan silat sipil yang secara khusus diundang menyaksikan prosesi bersejarah tersebut. Baginya, undangan itu bukan sekadar formalitas — melainkan sinyal bahwa PSM membuka diri bagi seluruh keluarga besar pencak silat, bukan hanya kalangan militer.

Ia menyebut banyak perguruan kini telah bergabung dalam PSM, termasuk warga PSHT yang berdinas sebagai prajurit TNI dan turut aktif mengembangkan pencak silat di lingkungan Kodam XXIII/Palaka Wira. “Tadi semua perguruan yang ada di Kota Palu diundang hadir. Jadi memang bukan hanya satu atau dua perguruan saja yang terlibat,” ujarnya.

Ditanya soal nilai apa yang ingin PSHT tanamkan kepada prajurit TNI, Sujoko langsung merujuk pada kata pertama nama perguruannya: persaudaraan. Bagi PSHT, persaudaraan bukan sekadar slogan. Ia dimaknai sebagai ikatan batin yang tulus antar sesama manusia — sesuatu yang justru semakin kuat ketika seseorang mendalami ilmu bela diri.

“Anehnya memang begitu. Semakin kita menguasai jurus dan tahu cara memukul, kita justru semakin tidak mau menyakiti orang lain. Kita jadi lebih sabar, lebih bisa menahan diri. Tidak ada ruang untuk sombong,” tuturnya.

Nilai itulah yang ia rasa penting untuk dimiliki prajurit — bukan hanya kekuatan fisik di medan tempur, tapi pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Sujoko juga menyinggung ancaman yang menurutnya kian nyata di Kota Palu: narkoba. Ia tidak berbicara dengan nada menggurui, tapi dengan keprihatinan seorang praktisi yang sudah lama berkecimpung di dunia persilatan. Menurutnya, anak-anak muda yang mengisi waktu dengan latihan silat punya arah yang jelas — ada jadwal, ada target, dan ada mimpi yang bisa dikejar lewat prestasi.

“Di banyak sekolah, pencak silat sudah masuk ekstra kurikuler. Dan itu bukan main-main — juara silat bisa dapat credit point yang berguna saat mendaftar ke kepolisian atau militer. Ini cara nyata mengajak anak muda menjauhi narkoba,” katanya.

Menutup perbincangan, Sujoko menitipkan harapan sederhana namun tulus kepada pengurus PSM yang baru saja resmi mengemban amanah. “Semoga langsung aktif bergerak, cepat berkembang, dan sinergi dengan IPSI bisa segera terwujud. Kalau itu terjadi, pencak silat di Sulawesi Tengah akan punya kekuatan yang jauh lebih besar,” pesannya.

Pengukuhan berlangsung semarak. Tarian selamat datang membuka prosesi, dan malam itu ditutup dengan demonstrasi koreografi pencak silat oleh para pesilat muda yang membuat ratusan hadirin berdecak kagum. Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar hadir langsung memimpin seluruh rangkaian acara.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *