PALU,SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID// Turnamen Bulu Tangkis Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026 resmi ditutup, Rabu (6/5/2026) sore di GOR Central Sport, Jalan Munif Rahman, Silae, Palu Barat.
Setelah lima hari pertandingan, laga final jadi penutup sebelum para juara naik podium menerima penghargaan.
Delapan kategori dipertandingkan dan menghasilkan delapan juara. Ganda Dewasa Putra Kelas C dimenangkan Andy dan Ikbal dari PB Scarlet. Ganda Dewasa Putra Prestasi jadi milik Bais Maulana Khazem dan Artaldo Marcelino dari PB Central.
Di kelompok remaja, Muh. Zaki dan Renaldi Amir Baso yang mewakili PB Scarlet/PB Sehati keluar sebagai juara Ganda Remaja Putra. Muh. Zaki kembali naik podium di Tunggal Remaja Putra atas nama PB Scarlet.
Untuk kelompok pemula dan anak-anak, Gusti Manik Artha juara Tunggal Pemula Putra, sementara Muh. Raditya Naufal juara Tunggal Anak-Anak Putra, keduanya dari PB Central. Di sektor putri, Patricia Aurella O dari PB Central Palaka Wira jadi juara Tunggal Pemula, dan Akifa Nallah Mappa dari PB Central menang di Tunggal Anak-Anak Putri.
Medali, piagam, dan uang pembinaan diserahkan Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Kartasasmita bersama para PJU Kodam XXIII/Palaka Wira. Hadir pula Ketua Umum PBSI Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad dan Ketua Harian KONI Sulawesi Tengah Moh. Ifan Taufa. Kehadiran mereka menegaskan turnamen ini bukan agenda internal Kodam semata, tapi bagian dari pembinaan olahraga daerah.
Penutupan berjalan tertib. Para peserta menitipkan harapan yang sama: turnamen ini jadi agenda rutin tiap tahun. Lima hari kompetisi sudah membuktikan animo dan semangat bulu tangkis di Sulteng sangat tinggi.
Turnamen ini lahir dari program Palaka Juara. Sejak awal dirancang sebagai jalur pencarian bibit atlet muda Sulteng yang selama ini minim ruang. Banyak yang potensial, bahkan sudah berlatih mandiri sampai ke Pulau Jawa. Yang kurang bukan bakat, tapi sistem yang lebih dini menjemput bakat itu.
Bagi Kodam XXIII/Palaka Wira, lapangan bulu tangkis adalah cara hadir di tengah masyarakat. Bukan lewat seremonial, tapi lewat kok yang melayang dan sorak penonton yang riuh selama lima hari.Editor: Rif.Sumber Pendam XXIII/PW.(**) Rif






