Kolonel (BK) Hosea Makagiantang di Bakti Sosial Paskah Nasional V: “Ini bukan Tentang Bala Keselamatan, Ini Tentang Tuhan yang Besar

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – MEDIAONLINENEWS.ID//Di bawah langit pagi Kota Palu yang cerah, halaman Gereja Bala Keselamatan Korps Woodward, Jalan Woodward, Sabtu (25/04/2026), sejak pukul 08.00 WITA sudah dipenuhi warga yang mengular mengantre. Bukan untuk ibadah, melainkan untuk memeriksa kesehatan secara gratis. Kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah ini menjadi bagian dari rangkaian pra-event Paskah Nasional V, yang puncaknya akan digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Lapangan Mako Brimob Batalyon A Biromaru.

Antusias warga yang datang memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut tampak nyata. Donor darah yang diakomodir oleh PMI Sulawesi Tengah pun berjalan lancar, dengan peserta yang datang dari berbagai kalangan masyarakat sekitar.

Muat Lebih

Kegiatan ini bukan berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari program yang dirancang oleh Forum Komunikasi Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), payung bersama delapan aras gereja nasional yang menjadi penyelenggara Paskah Nasional V. Tahun ini giliran Bala Keselamatan sebagai pelaksana, dan Sulawesi Tengah dipilih sebagai tuan rumah, sebuah kehormatan yang dirasakan langsung oleh umat Tuhan di wilayah ini.

Kolonel (BK) Hosea Makagiantang, pemimpin Gereja Bala Keselamatan Indonesia dari Kantor Pusat Teritorial Bandung, hadir langsung menyaksikan jalannya bakti sosial pagi itu. Usai meninjau kegiatan, ia menjawab sejumlah pertanyaan awak media dalam sesi door stop yang berlangsung hangat di halaman gereja.

Menurut Kolonel Hosea, rangkaian kegiatan Paskah Nasional V sengaja dirancang bukan hanya bersifat seremonial dan peribadatan semata, melainkan harus memberi dampak langsung dan terasa oleh masyarakat. “Kegiatan-kegiatan yang di dalamnya bukan saja hanya ibadah atau kegiatan seremonial, tetapi juga perlu ada kegiatan yang memberi dampak bagi masyarakat secara langsung, melalui pendidikan, melalui kesehatan, dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Bala Keselamatan dengan gereja-gereja lain dalam bingkai FUKRI adalah sesuatu yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya di Sulawesi Tengah. “Ini menjadi langkah yang luar biasa karena bukan saja Bala Keselamatan, tetapi ini bagaimana mengkolaborasikan dengan gereja-gereja lain, dan ini sebuah hal yang pertama, menurut saya, dilaksanakan di sini oleh gereja,” katanya.

Kolonel Hosea juga menyampaikan pandangannya terkait momen bersejarah yang terjadi sehari sebelumnya, hadirnya Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua FKUB Sulawesi Tengah, sebagai pemateri dalam Seminar Nasional Paskah di Gereja Bala Keselamatan Korps 2 Palu.

Baginya, kehadiran tokoh Islam besar di tengah forum Kristiani adalah sebuah hal yang patut disyukuri dan menjadi cermin kedewasaan beragama. “Itu sebuah hal yang luar biasa, dia hadir di tengah-tengah kita dan menyampaikan pandangan-pandangan dari perspektif Muslim, tetapi juga di dalamnya adalah bagaimana konteks kita sendiri. Dan itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh umat Kristiani, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menyentuh isu-isu sensitif antaragama. “Kita lebih bijak untuk tidak cepat menghakimi tanpa dasar apa-apa. Ketika terjadi sesuatu di media sosial yang tidak sesuai, apalagi menyangkut agama yang sensitif, baiknya itu diklarifikasi dulu, baru kemudian kita bersikap,” tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Kolonel Hosea menyampaikan harapan yang sederhana namun dalam. Ia merindukan seluruh umat Kristiani di Sulawesi Tengah untuk hadir dan menikmati berkat Tuhan dalam persekutuan yang sesungguhnya, bukan demi nama Bala Keselamatan, bukan demi nama gereja masing-masing, melainkan demi Tuhan yang lebih besar dari semua label dan denominasi.

“Ini bukan tentang Bala Keselamatan, bukan tentang gereja-gereja, tetapi tentang Tuhan yang besar itu, yang dapat diwujudkan di dalam perjalanan kehidupan kita. Persekutuan sesama umat Tuhan, persekutuan dengan sesama gereja-gereja lainnya, itu menjadi kunci untuk menjadi berkat bagi Kota Palu, Sigi, dan bagi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Paskah Nasional V Sulawesi Tengah akan mencapai puncaknya pada Minggu, 26 April 2026, di Lapangan Mako Brimob Batalyon A Biromaru, sebuah momentum yang dinantikan ribuan umat Kristiani dari berbagai penjuru Sulawesi Tengah dan luar provinsi.Rif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *