PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Markas Kodam XXIII/Palaka Wira di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palu, menjadi lokasi pertemuan antara pimpinan TNI wilayah Sulawesi Tengah dan tim legislatif pusat, Selasa 22 April 2026. Pangdam XXIII/PW Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar menyambut langsung rombongan Komisi I DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Dr. H. Sukamta, Ph.D., didampingi 11 anggota dewan dan staf.
Dari jajaran Kodam, pertemuan dihadiri Kasdam, Kapoksahli Pangdam, dua Danrem yakni Danrem 132/Tdl dan Danrem 142/Tatag, para Asisten Kasdam, perwakilan Kabalak, serta Dandim.
Mayjen Binsar membuka pertemuan dengan menjabarkan peran Kodam XXIII/PW sebagai ujung tombak pertahanan di Sulawesi bagian tengah dan barat. Ia menekankan bahwa satuan ini tidak hanya bertugas dalam konteks perang, tetapi juga aktif dalam operasi non-tempur seperti pembinaan teritorial yang mempererat hubungan TNI dengan warga sipil.
Terkait situasi keamanan, Pangdam menilai kondisi wilayah secara umum terkendali. Namun ia mengingatkan bahwa sejumlah tantangan nyata masih mengintai, mulai dari potensi bencana alam, gesekan sosial di tingkat komunitas, peredaran narkoba, hingga berbagai kegiatan ilegal yang perlu terus diantisipasi.
Di luar urusan keamanan, Kodam juga terlibat langsung dalam sejumlah agenda pembangunan nasional. Pangdam menyebut keterlibatan satuannya dalam program ketahanan pangan, distribusi makan bergizi gratis, pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangunan jembatan, serta berbagai program prioritas Kementerian Pertahanan dan TNI AD. Sebagai satuan yang masih tergolong baru, Kodam sekaligus tengah berbenah ke dalam, membangun fasilitas dan memperbaiki hunian prajurit yang kondisinya sudah tidak memadai.
Dr. Sukamta menjelaskan bahwa kedatangan timnya bukan sekadar kunjungan seremonial. Komisi I ingin melihat sendiri bagaimana kebijakan pusat berjalan di lapangan, seberapa siap satuan menghadapi tantangan nyata, dan apa saja hambatan yang belum terselesaikan untuk kemudian diperjuangkan di tingkat nasional.
Sesi berikutnya diisi pemaparan Pangdam mengenai tiga isu strategis: pengoptimalan operasi militer non-tempur, keterpaduan intelijen dalam menjaga Proyek Strategis Nasional, dan langkah-langkah konkret meredam potensi radikalisme di Sulawesi Tengah.
- Pertemuan ditutup dengan penyerahan cinderamata, dan sesi foto bersama. Rif






