Disiplin Kurang, Perlu Keterlibatan TNI-Polri Sebagai Upaya Penegakan Protokol Covid-19

  • Whatsapp
Ketua Komisi A DPRD Jatim Mayjen TNI (purn) Istu Hari Subagio (Foto: Yudhie/OnlineNews)

SURABAYA-OnlineNews | Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur (Jatim) Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio mengatakan pihaknya melihat pelibatan TNI dan Polri secara maksimal perlu dilakukan. Alasanya, di tengah PSBB yang dilakukan masih banyak warga yang kurang disiplin dan masih saja suka bergerombol yang didominasi oleh anak muda.

“ Saya sendiri warga Jatim merasa prihatin sampai ada PSBB hingga tiga kali. Kami berharap PSBB yang ketiga ini terakhir kali,”ungkapnya saat di Surabaya, Jumat (29/05).

Muat Lebih

Pria kelahiran Kertosono Nganjuk ini mengatakan dengan dilibatkan TNI dalam penanganan Covid-19, diharapkan mampu memberi penyadaran kepada masyarakat.

“Dirinya melihat perlu ada pendisiplinan kepada masyarakat dalam penerapan Covid-19, dan yang bisa mengingatkan masyarakat, terlebih di daerah perkotaan adalah TNI,” terangnya.

Mantan Gubernur Akmil tahun 2012 ini mengatakan, pihaknya optimis personel TNI yang ada di Jatim cukup untuk ditempatkan di Mall dalam memberikan penegakan protokol Covid-19 di Jatim.

“Penempatan itu di lokasi zona merah semua. Sedangkan di zona hijau gak perlu. Kodam V Brawijaya itu punya 10 batalyon. Belum lagi batalyon di kostrad maupun di marinir. Sangat mungkin bisa dilibatkan dalam menegakkan protokol Covid-19 dalam memutus pandemi Covid-19,” tandas politisi partai Golkar ini.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri menambah personel di daerah yang laju penularan Covid-19 masih tinggi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas untuk persiapan menuju fase kenornalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 melalui konferensi video, Rabu (27/05)

Diketahui, pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki fase kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. Dengan demikian, sejumlah aktivitas ekonomi yang sebelumnya dilarang semasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa kembali beroperasi. (yudhie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *