Dr. Tugiman Ajukan Konsep Memajukan Prestasi Olahraga Gunungkidu

  • Whatsapp
Kolonel Inf. Dr. Tugiman, SH. M.Si

GUNUNGKIDUL-Pengamat sosial politik Universitas Pasundan Bandung, Dr. Tugiman, S.H., M.Si  menilai, polemik terkait anjloknya prestasi olah raga di Gunungkidul  harus menjadi evaluasi seluruh pihak. Dia menyodorkan tiga konsep.

Pertama, perlu payung hukum yang jelas, baik Perda atau turunannya, yang memberikan legitimasi dan kepastian kepada para pihak, terkait pembinaan keolahragaan (terutama olah raga prestasi) di Gunungkidul.

Muat Lebih

Hal  ini, menurutnya merupakan implementasi Undang-Undang Nomor: 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16, 17 dan 18 Tahun 2007 beserta turunannya.

Kedua, perlu dirumuskan dan ditata ulang managemen dan tata kelola pembinaan keolahragaan, mulai dari tahap perekrutan atlet, pelatihan, penyiapan fasilitas, sarana dan prasarana olahraga, sampai dengan penyiapan tatakelola atlet berprestasi, di Gunungkidul.

Ketiga,  penting diggali dukungan anggaran untuk menunjang pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga, sehingga dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk berlatih mengejar prestasi dan berkomitmen untuk mengharumkan nama Gunungkidul dalam setiap event olah raga, baik di forum lokal, regional maupun nasional.

Tugiman  menyampaikan bahwa Gunungkidul memiliki potensi atlet berbakat. Apabila disiapkan dan dikelola dengan baik akan mampu mengukir prestasi dan mengharumkan bumi Handayani.

Semua pihak harus mengesampingkan pretensi saling tuding atau menyalahkan satu sama lain, karena output  prestasi olah raga sangat terkait dengan proses dan manajemen pembinaan, serta political will dan dukungan.

Hal di tas Dr. Tugiman sampaikan  menhawab pertanyaan awak media terkait polemik prestasi olah raga di Gunungkidul yang belakangan mulai masuk ranah publik.

Lebih lanjut, Tugiman yang juga mantan atlet pelari marathon Kodam III/Siliwangi itu menyampaikan, saling menyalahkan merupakan perkerjaan  paling mudah, namun yang lebih subtansial semua pihak harus mau duduk bareng, untuk mencari solusi  atas persoalan keolahragaan.

Kolonel Inf. Tugiman yang  pegiat olah raga dan saat ini menjabat Kabid Organisasi KONI sekaligus Sekjen Komite Sepeda Indonesia Provinsi Jawa Barat itu, menyatakan,  prestasi olah raga, bukan persoalan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan akumulasi dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, terukur, ditunjang oleh faktor pendukung lain.

“Prestasi olahraga itu berkorelasi dengan proses pembinaan, political will dan dukungan. Selama hal itu belum memadai dan belum berjalan dengan baik, akan menjadi persoalan dan kendala dalam mewujudkan harapan bersana,” ujarnya.(7/11/19)

Tugiman berharap para pihak khususnya Pemda, DPRD dan KONI serta Cabor dan Insan olah raga di Gunungkidul duduk satu meja.

Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran, asal Desa Kedungpoh, Kecanatan Nglipar, yang belakangan santer didorong sejumlah pihak untuk maju dalam kontestasi pemilihan Bupati  Gunungkidul 2020 itu menjelaskan, setidaknya  tiga aspek di astas perlu diperhatikan secara cermat. (Bambang Wahyu Widayadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *