Irdam Kodam XXIII/Palaka Wira dan Danramil Tinombo Jadi Narasumber Dialog Moderasi Beragama Hindu di Palu

  • Whatsapp

PALU,SULTENG – ONLINENEWS.ID//Unsur TNI ikut menjadi narasumber dalam Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Hindu Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Hotel Jazz Palu, 17–18 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Sulteng ini bertema “Mewujudkan Hubungan yang Harmonis, Kerja Sama, Saling Pengertian di antara Tokoh Intern Umat Hindu Sulawesi Tengah”.

Dari Kodam XXIII/Palaka Wira, Inspektur Kodam (Irdam) Brigjen TNI Gusti Nyoman Suriastawa menyampaikan materi “Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Membangun Sumber Daya Manusia Hindu di Masa Depan”. Dalam salah satu slide paparannya, tokoh agama diuraikan sebagai orang yang memiliki rasa tanggung jawab di bidang agama, tokoh masyarakat sebagai orang yang mau peduli kepada masyarakat, dan generasi muda sebagai tunas krama Hindu mendatang.

Muat Lebih

Selanjutnya, Komandan Koramil (Danramil) 1306-09/Tinombo, Kodim 1306/KP, Kapten Inf I Gusti Ngurah Susila, S.E., memaparkan materi “Peran Lembaga PHDI dalam Pembinaan Umat Hindu di Provinsi Sulawesi Tengah”. Ia tampil mewakili Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemateri lain adalah Ketua FKUB Sulteng Prof. Dr. KH Zaenal Abidin, http://M.Ag, dan Ni Made Anggreniyati, S.E., http://M.Si. dari WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) Sulteng.

Kegiatan dibuka Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng, Moh. Taslim, mewakili Kepala Kanwil. Hadir Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulteng, I Wayan Sudiana, http://S.Ag., http://M.Si., bersama staf, tokoh agama, dan 20 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulteng.

Dalam sambutannya, Taslim menegaskan kerukunan tidak cukup dengan saling menghormati, tetapi harus dibangun lewat komunikasi terbuka, kesediaan mendengar, dan komitmen merawat persatuan. Moderasi beragama, katanya, bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan bersikap adil, seimbang, toleran, dan menghargai hak orang lain menjalankan keyakinannya.

Peserta diharapkan menjadi penggerak perdamaian dan penyambung komunikasi di daerah masing-masing, sehingga hasil dialog dapat mencegah kesalahpahaman dan potensi konflik.

—
_Diolah dari keterangan Kapten Inf I Gusti Ngurah Susila, S.E. Danramil 1306-09/Tinombo Kodim 1306/KP dan website Kanwil Kemenag Sulteng / Kemenag Kota Palu._Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *