BALI – ONLINENEWS.IDBERAWAL dari kepedulian terhadap penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang mendarat untuk bertelur di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Bali, sekelompok nelayan kini terlibat aktif dalam upaya pelestarian satwa dilindungi tersebut. Melalui Program Konservasi Penyu Berbasis Masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal (FT) Sanggaran mendampingi Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Sari Segara Kesiman Kertalangu untuk memperkuat perlindungan penyu sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir.
Inisiatif konservasi ini bermula dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang kerap menyaksikan penyu naik ke pantai untuk bertelur. Dari kepedulian tersebut, masyarakat mulai mengamankan telur, memantau sarang, hingga merelokasi telur yang berisiko ke tempat penetasan semi-alami. Kegiatan yang awalnya dilakukan secara sederhana itu kemudian berkembang menjadi upaya konservasi yang lebih terorganisasi melalui pendampingan FT Sanggaran.
Ketua POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, I Made Bagus Mahayana, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam konservasi tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan di sekitar mereka.
“Awalnya kami adalah nelayan. Karena sering melihat penyu naik ke Pantai Biaung untuk bertelur, kami mulai ikut mengamankan telur-telurnya. Dari situ kami belajar memantau sarang, merelokasi telur yang berisiko ke tempat penetasan, hingga nantinya tukik menetas dan dilepasliarkan kembali,” ujar I Made Bagus Mahayana.
Melalui pendampingan tersebut, anggota kelompok mendapatkan peningkatan kapasitas dalam pemantauan sarang, relokasi telur, pengelolaan tempat penetasan atau hatchery, pencatatan perkembangan telur, hingga pelepasliaran tukik. Hingga 2026, kegiatan konservasi ini telah menghasilkan ribuan tukik yang berhasil menetas dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Program tersebut juga memperkuat kapasitas 13 anggota POKMASWAS dalam menjalankan pengelolaan konservasi secara lebih terstruktur.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan menjaga keanekaragaman hayati melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Pertamina berkomitmen mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui program yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi. Melalui pendampingan POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, kami mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan inovasi teknologi, serta pengembangan edukasi dan aktivitas ekonomi alternatif yang selaras dengan prinsip konservasi. Dengan demikian, upaya menjaga kelestarian penyu dapat berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian masyarakat pesisir,” ujar Ahad Selasa 13 Oktober 2026.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pendampingan diarahkan untuk memperkuat kemampuan kelompok dalam menjaga keberlanjutan kegiatan konservasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem pemantauan, pemanfaatan teknologi, serta penyediaan sarana edukasi yang dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan penyu dan habitat pesisir.
Pendekatan berbasis masyarakat ini menempatkan warga sebagai pelaku utama dalam perlindungan penyu, mulai dari pemantauan sarang hingga pelepasliaran tukik. Dengan penguatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat terus menjalankan kegiatan konservasi sekaligus menjaga ekosistem pesisir di Pantai Biaung. Red






