Survei Akreditasi LAFKI di RS Tk. III dr. Sindhu Trisno Palu Dimulai, Ka.Rumkit Tegaskan Mutu Layanan Pasien Jadi Prioritas

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Rumah Sakit Tingkat III dr. Sindhu Trisno Palu mulai menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung pagi hari di aula rumah sakit. Secara struktur, rumah sakit ini berada dalam lingkungan Kesehatan Kodam (Kesdam) XXIII/Palaka Wira, jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira.

Dua surveyor LAFKI turun menilai rumah sakit militer tersebut, yakni dr. Hikmawaty Andi Achmad, M.Kes., FIHFAA dan dr. Marhefdison, SpA., FIHFAA., FISQua. Dari pihak rumah sakit hadir Kepala Rumah Sakit Tk. III dr. Sindhu Trisno, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho, M.Kes., bersama sejumlah tenaga medis, staf paramedis, dan staf rumah sakit. Hadir pula undangan lintas institusi, di antaranya dari Dinas Kesehatan.

Muat Lebih

Acara dibuka dengan sambutan surveyor dan Ka.Rumkit. Dalam sesi pemaparan, dr. Hikmawaty Andi Achmad menjelaskan peran LAFKI sebagai lembaga yang bercita-cita menjadi lembaga akreditasi fasilitas kesehatan berstandar tinggi di tingkat nasional dan internasional. Misi lembaga itu, antara lain, melaksanakan pembimbingan dan penilaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan sesuai program pemerintah, mendukung pembangunan sistem kesehatan nasional, serta memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat tentang kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia juga menguraikan pengertian akreditasi, yakni upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien agar tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis berjalan baik sesuai standar yang disetujui pemerintah, merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Menurutnya, akreditasi merupakan kebutuhan sekaligus pembuktian rumah sakit dalam melayani pasien, dengan orientasi pada mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kepuasan pasien dan keluarga.

Selanjutnya Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho memaparkan manajemen operasional rumah sakit beserta capaiannya. Seusai sesi foto bersama, tim surveyor melanjutkan kegiatan telusur ke sejumlah unit di rumah sakit.

Kepada wartawan, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho mengatakan persiapan difokuskan pada tiga hal, yaitu fasilitas, sumber daya manusia, dan dokumen, sebab ketiganya menjadi bahan penilaian tim akreditasi, terutama pada aspek mutu. Rumah sakit menyiapkan 16 kelompok kerja (pokja) untuk dinilai. Menurutnya, ini kali kelima rumah sakit menjalani survei akreditasi setelah empat kali sebelumnya.

Di bidang layanan, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho menyebut medical check up sebagai layanan unggulan rumah sakit. Ia menegaskan akreditasi tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan dokumen, melainkan harus tampak dalam peningkatan pelayanan kepada pasien sesuai komitmen yang dibuat rumah sakit.

Ia juga menyinggung peran rumah sakit dalam upaya kesehatan masyarakat. Rumah sakit, katanya, tetap memberikan edukasi dan mendukung program Kodam XXIII/Palaka Wira, termasuk penanggulangan stunting dan HIV, agar anak-anak terhindar dari kedua persoalan itu.

Soal hasil, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho berharap penilaian bisa mencapai paripurna. Namun, bila belum tercapai, yang terpenting menurutnya mutu pelayanan terus meningkat dan terjaga demi keselamatan pasien. Ia mengakui penilaian Kementerian Kesehatan belakangan terasa lebih ketat, dan menyambut baik keterbukaan dalam proses survei karena akreditasi tidak hanya menilai, tetapi juga membimbing rumah sakit mencari solusi terbaik, termasuk bila ada hal yang belum sesuai standar.

Sementara itu, dr. Hikmawaty Andi Achmad menilai semangat rumah sakit untuk diakreditasi sudah tampak sejak awal. Semua unit, menurutnya, terlihat siap dan bekerja dengan standar akreditasi. Tim surveyor dijadwalkan berada di Palu hingga Selasa (13/10/2026) sore. Ia berharap capaian yang sudah baik dipertahankan, sementara hal yang belum sempat terlaksana dapat ditingkatkan, sehingga rumah sakit semakin mendekati kesempurnaan sesuai standar akreditasi.Rif

_Diolah dari keterangan Karumkit Tk. III dr. Sindhu Trisno dan tim surveyor LAFKI_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *