Kasdam XXIII/Palaka Wira: Modernisasi Alutsista Harus Dibarengi Alih Teknologi dan Kemampuan Merawat

  • Whatsapp

PALU,SULTENG – ONLINE NES.ID//Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) bukan sekadar urusan membeli. Pesan itu ditekankan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Sasmita, saat diwawancarai seusai upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Yonif 711/Raksatama, Palu, Senin (5/10/2026).

Wawancara itu berangkat dari sambutan Panglima TNI yang menyinggung modernisasi alat pertahanan. Kepada Kasdam, wartawan menanyakan pandangannya atas perhatian pemerintah yang besar terhadap alutsista tiga matra, serta relevansinya di tengah situasi geopolitik.

Muat Lebih

Kasdam menyatakan perhatian pemerintah memodernisasi alutsista didasari pertimbangan situasi global. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian tersebut. Menurutnya, modernisasi kini menyentuh semua matra, termasuk industri pertahanan, karena kekuatan pertahanan sulit maju bila industri pendukungnya tidak diperhatikan.

Sebagai contoh, Kasdam menyebut Angkatan Laut yang mendapatkan kapal induk Garibaldi, yang kini berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Kasdam juga menanggapi dorongan publik agar pembelian alutsista disertai alih teknologi atau *transfer of technology* (ToT). Menurutnya, setiap kali TNI memperoleh alutsista baru, terutama dari luar negeri, ToT semestinya dilakukan lebih dulu. Tanpa itu, prajurit sulit mengoperasikan, memelihara, dan memaksimalkan fungsi peralatan, apalagi bila alutsista dibeli dari berbagai negara. Karena itu, kata Kasdam, Presiden mendorong industri pertahanan nasional agar mampu menciptakan alutsista buatan dalam negeri.

Ketika ditanya apakah penjelasannya dapat dibaca sebagai penjabaran sambutan Panglima, Kasdam sependapat. Ia menegaskan TNI memikul tanggung jawab lebih besar, sebab alutsista tidak hanya diterima, tetapi harus dirawat sampai fungsinya benar-benar maksimal.

Dalam kesempatan terpisah, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Palu, Kolonel Marinir Muhammad Ali Wardhana, menyampaikan pandangan senada dengan Kasdam. Ia mengapresiasi pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pertahanan, atas pengadaan kendaraan tempur (ranpur) amfibi untuk Korps Marinir.

Menurut Danlanal, banyak ranpur yang saat ini masih dioperasikan sudah berusia sangat tua. Karena itu, kehadiran ranpur baru tersebut dinilainya sebagai hal yang wajar untuk memperkuat Korps Marinir.(Rif) _Foto Alut sista dari berbagai sumber_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *