SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Kantor Desa Maku, Kabupaten Sigi, menjadi lokasi pelaksanaan Jumat Curhat, salah satu program unggulan Polri, Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang turut dikawal langsung oleh Polda Sulawesi Tengah sebagai institusi pembina di tingkat provinsi ini sekaligus menjadi agenda lapangan pertama Kapolres Sigi yang baru, AKBP Agus Dwi Cahyono, S.I.K., M.A.P., yang langsung turun menemui warga tak lama usai resmi menjabat.
Dari Polda Sulteng, hadir Kepala Bidang Hukum (Kabidkum), Kombes Pol. Andrie Satiagraha, S.H., S.I.K., sebagai narasumber dalam pelaksanaan program tersebut di wilayah Polres Sigi. Dari jajaran Polres Sigi, hadir Kapolres AKBP Agus Dwi Cahyono didampingi Kepala Bagian Operasi (Kabagops) AKP Musa, Kepala Satuan Lalu Lintas, Kepala Satuan Intelkam, Kepala Satuan Sabhara, dan Kepala Seksi Propam. Turut hadir Kapolsek Dolo, Iptu Moh. Rusman, serta Bhabinkamtibmas Desa Maku.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Maku, Rahima Djadau, menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas kesempatan Kapolres Sigi yang baru berkunjung ke Desa Maku, yang menjadi kegiatan Jumat Curhat pertama bagi wilayahnya. Ia menjelaskan Desa Maku merupakan desa multietnis yang secara politik tergolong tenang, tidak terlalu memanas. Meski menyebut desanya secara umum aman sepanjang setahun terakhir kendati sempat diwarnai sejumlah riak kecil yang masih dapat ditangani di tingkat desa, ia berharap kehadiran personel kepolisian dapat lebih sering menyambangi wilayahnya, mengingat letak Desa Maku yang berdekatan dengan Mako Polres Sigi.
Kombes Pol. Andrie Satiagraha dalam paparannya menjelaskan Jumat Curhat merupakan gagasan Kapolri untuk menjaring aspirasi dan permasalahan masyarakat hingga tingkat akar rumput, yang kemudian ditindaklanjuti secara berjenjang oleh jajaran Polda, Polres, hingga Polsek. Ia menyoroti sejumlah kasus pencurian yang cukup menonjol di wilayah tersebut dalam sebulan terakhir, yakni pencurian kelapa dan pencurian tabung gas elpiji, yang menurutnya mencapai beberapa kasus dalam sebulan. Ia turut menyinggung keterbatasan jumlah personel Polsek Dolo dibandingkan rasio ideal satu polisi berbanding 500 masyarakat, sehingga mengajak Kepala Desa dan perangkatnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna menekan angka pencurian di wilayah tersebut.
Sementara itu, AKBP Agus Dwi Cahyono dalam sambutan pertamanya di hadapan warga menyampaikan pantun pembuka, “Ikan sepat dapatnya memukat, memukatnya di tanjung batu, polisi adalah mitra masyarakat, marilah kita saling membantu.” Ia turut memperkenalkan diri sebagai putra kelahiran dan besar di Palu yang menempuh pendidikan di kota tersebut sebelum menjalani sejumlah penugasan di luar daerah, di antaranya Kendari (Sulawesi Tenggara), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Gorontalo, sebelum akhirnya kembali bertugas di Sulawesi Tengah sebagai Kapolres Sigi. Ia menyebut telah berkeluarga dengan tiga orang anak bersama istrinya yang berasal dari Buton.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama warga yang hadir, meliputi perangkat desa dan masyarakat setempat. Tiga pertanyaan disampaikan peserta, masing-masing seputar persoalan narkoba, judi online, dan pinjaman online (pinjol) — pertanyaan terakhir disampaikan langsung oleh Kepala Desa Maku. Ketiga pertanyaan dijawab secara bergantian oleh narasumber dari Polda Sulteng maupun Kapolres Sigi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami warga.
Rangkaian kegiatan Jumat Curhat perdana ini ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Langkah Kapolres Sigi yang baru langsung terjun ke lapangan pada hari-hari awal menjabat menjadi sinyal awal komitmennya untuk dekat dengan masyarakat di wilayah tugasnya.
_Diolah dari pengamatan langsung Reporter di lokasi._
Reporter: Rif






