Diiringi Tarian Adat dan Pedang Pora, Polres Sigi Sambut Hangat Kapolres Baru

  • Whatsapp

SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Mako Polres Sigi di Jalan Poros Palu–Kulawi Km. 17, Desa Maku, diselimuti suasana khidmat sekaligus meriah saat menyambut kedatangan Kapolres Sigi yang baru, AKBP Agus Dwi Cahyono, S.I.K., M.A.P., dalam rangkaian acara penyambutan pejabat baru, Kamis, 24 September 2026.

Begitu tiba di depan gerbang mako, Kapolres baru disambut Perwira Upacara yang juga menjabat Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Sigi, AKP Musa, S.Sos., M.M., yang menyampaikan laporan kesiapan jajaran Polres Sigi menerima pimpinan baru.

Muat Lebih

Penyambutan dilanjutkan oleh mantan Kapolres Sigi yang kini menjabat Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Sulawesi Tengah, AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., bersama istri, Ny. Ayu Ritonga. Keduanya memakaikan atribut adat Suku Kaili berwarna kuning kepada Kapolres baru dan istrinya, Ny. Nuning Agus — Siga atau ikat kepala untuk AKBP Agus Dwi Cahyono, serta Sampolu atau kerudung untuk Ny. Nuning Agus. Dalam adat Suku Kaili, warna kuning dahulu hanya boleh dikenakan kalangan raja, bangsawan, dan tetua adat, sehingga pemakaiannya kepada tamu menandakan penghormatan tertinggi sekaligus doa keselamatan dan kesuksesan bagi yang menerimanya.

Prosesi berlanjut dengan persembahan Tarian Makombu yang dibawakan dengan gerakan lemah gemulai, menyambut kehadiran Kapolres baru beserta rombongan.

Selanjutnya digelar prosesi jajar kehormatan berupa barisan pedang pora, tradisi seremoni kedinasan Polri dalam menyambut pejabat baru. AKBP Agus Dwi Cahyono bersama istri kemudian bersalaman dengan jajaran Polres Sigi, diawali dengan Wakapolres Sigi, Kompol Wawan Setiono, S.H., M.H., dilanjutkan para pejabat utama (PJU) dan personel yang telah disiapkan dalam barisan penyambutan.

Usai sesi bersalaman, rangkaian penyambutan ditutup dengan persembahan Tari Meaju, tarian adat Kaili yang lazim digunakan untuk menyambut tamu kehormatan seperti kepala daerah maupun pejabat penting. Para penari pria atau Topeaju tampil dengan senjata tradisional Toko (tombak), Guma (parang panjang khas Kaili), dan Kaliavo (perisai kayu), bergerak dengan hentakan menyerupai gerak perang sembari melontarkan pekikan khas, diiringi tabuhan gendang Gimba. Uniknya, para penari bergerak mundur secara perlahan sembari terus mengacungkan tombak, seolah membuka jalan sekaligus mengawal rombongan Kapolres baru memasuki area penyambutan berikutnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan Kapolres baru beserta istri, didampingi mantan Kapolres beserta istri dan jajaran PJU, memasuki ruang transit mako untuk beristirahat sejenak sebelum melaksanakan upacara Apel Welcome and Farewell Parade.

_Diolah dari pengamatan langsung Reporter di lokasi, dengan penjelasan makna adat Kaili dari berbagai sumber referensi kebudayaan setempat._

Reporter: Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *