ONLINENEWS.ID//Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han.mewakili Danrem 072/Pamungkas menghadiri Pelantikan Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta Masa Bakti 2026–2031 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jl. Malioboro No. 16, Kota Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan pelantikan ini dihadiri unsur Forkopimda DIY, Kepala OPD DIY, bupati/wali kota se-DIY, Dewan Kehormatan, pengurus dan anggota PMI DIY masa bakti 2021–2026, serta Ketua PMI se-Jawa (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY).
Ketua Umum PMI Pusat Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla melantik langsung susunan kepengurusan PMI DIY masa bakti 2026–2031, yang dipimpin oleh GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi. selaku Ketua, Irjen Pol (Purn) Drs. R.M. Haka Astana M. Widya, S.H. sebagai Wakil Ketua, Arif Noor Hartanto, S.I.P. sebagai Sekretaris, dan Drs. H. Suhartono, M.M. sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, GBPH. H. Prabukusumo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan pentingnya kerja keras, soliditas, dan keikhlasan seluruh pengurus untuk menghadapi tantangan kemanusiaan lima tahun ke depan.
”Sebagai wilayah yang dinamis dan memiliki potensi kebencanaan cukup tinggi, DIY menuntut PMI untuk selalu siap siaga, cepat tanggap, serta adaptif. Saya mengajak seluruh pengurus menjalankan roda organisasi ini dengan prinsip Akuntabilitas & Transparansi, Sinergitas, serta Penguatan Relawan,” ujar Ketua PMI DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra DIY Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., menekankan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Pihaknya mendorong PMI DIY untuk memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, kapasitas relawan, pengelolaan logistik, dan pemanfaatan teknologi.
Selain penanganan bencana, Gubernur DIY menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan darah sebagai bentuk solidaritas sosial yang nyata. Penguatan jejaring donor sukarela, edukasi generasi muda, dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan harus terus ditingkatkan agar ketersediaan darah aman serta memadai.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Pusat H. Muhammad Jusuf Kalla mengingatkan bahwa posisi Indonesia di wilayah Ring of Fire menuntut penanganan bencana yang optimal, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia.
”Setiap penanganan dampak bencana hanya bisa diselesaikan secara bersama-sama. PMI hadir untuk mengoordinasikan partisipasi masyarakat, menyalurkan bantuan dari pihak yang mampu kepada yang membutuhkan secara terorganisir dan dengan perlengkapan yang baik,” tegas Jusuf Kalla.
Kehadiran Kasrem 072/Pamungkas dalam acara ini menjadi wujud sinergi TNI dengan PMI dan Pemda DIY dalam mendukung misi kemanusiaan serta kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Yogyakarta. (Penrem072/Pamungkas) Red






