Tim SAR Terus Cari Kakek Pencari Rumput yang Hilang di Hutan Pathuk Tritis Lereng Merapi

  • Whatsapp

ONLINENEWS.ID//TIM SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang kakek bernama Gito Sehono Giman (68) warga Tritis Ngandong, Kalurahan Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY yang dilaporkan hilang saat mencari rumput di kawasan hutan Pathuk Tritis lereng merapi.

Korban dilaporkan hilang sejak berangkat mencari rumput pada Jumat 14 Agustus sekitar pukul 06.00 WIB bersama dua rekannya.

“Operasi pencarian terus kami lakukan dengan memperluas area penyisiran dan membagi wilayah operasi menjadi sejumlah sektor. Pada pencarian hari kedua kemarin, tim SAR gabungan membagi area operasi menjadi lima search area,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, kepada wartawan Minggu 16 Agustus 2026.

Menurutnya, saat pencarian masing-masing tim melakukan penyisiran sesuai sektor yang telah ditentukan, dengan mempertimbangkan kondisi medan, vegetasi, serta keberadaan sungai musiman dan tebing yang cukup curam.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, korban berangkat mencari rumput pada Jumat lalu sekitar pukul 06.00 WIB bersama dua rekannya.

“Sesampainya di kawasan Pathuk, korban dan kedua rekannya berpencar untuk mencari rumput. Kedua rekan korban kemudian kembali ke kampung sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, korban belum juga tiba di rumah,” urainya.

Setelah korban tak kunjung pulang, keluarganya kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada warga Tritis hingga akhirnya dilakukan pencarian.

“Pada operasi hari kedua, SRU 1 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian (LKP) ke arah barat hingga Kali Krasak. SRU 2 menyisir kawasan di sebelah timur LKP yang memiliki sejumlah sungai musiman. Sementara untuk SRU 3 melakukan pencarian di sebelah selatan dengan kondisi medan relatif landai namun memiliki vegetasi yang cukup rapat,” terangnya.

Ia melanjutkan, pencarian juga dilakukan oleh SRU 4 di wilayah selatan LKP yang memiliki banyak sungai musiman dan sejumlah tebing curam. Selain penyisiran darat, SRU 5 melakukan pencarian menggunakan drone thermal dari kawasan Benteng Celeng.

“Sampai dengan Santu pukul 17.30 WIB, survivor belum berhasil ditemukan,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, dalam pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan menghadapi karakteristik medan hutan dengan vegetasi rapat, sungai musiman, serta beberapa bagian medan yang memiliki tebing cukup curam.

“Kondisi cuaca selama pelaksanaan pencarian kemarin cerah,” pungkasnya. Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *