WONOGIRI – ONLINENEWS.ID// Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, resmi membentuk unit Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 20 relawan yang terbentuk mengikuti pelatihan intensif yang digelar bersama BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri. Mereka kini berperan aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan pelestarian lingkungan tanpa membedakan latar belakang warga.(25-7-2026)
Nandar Suyadi, Koordinator Destana Desa Tanggulangin, menjelaskan bahwa relawan memiliki tugas menyeluruh yang mencakup tahap pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. “Relawan Desa Tangguh Bencana menyandang tugas sebagai penggerak utama kemandirian desa dalam menghadapi ancaman bencana. Pada tahap pra-bencana, kami melakukan pemetaan wilayah rawan, mengenali ancaman bahaya, menilai kerentanan warga, memberikan penyuluhan dan pelatihan mitigasi, menyusun jalur evakuasi serta tempat aman, dan menjalankan simulasi siaga. Saat terjadi bencana, kami melaporkan kejadian secara cepat kepada pihak berwenang, membantu menyelamatkan warga terutama kelompok rentan, menyiapkan tempat penampungan dan dapur umum, serta mendistribusikan bantuan. Pascabencana, kami menghitung kerusakan dan kerugian melalui Post Disaster Needs Assessment, membantu pemulihan psikososial, serta membersihkan dan memulihkan sarana prasarana umum,” ujarnya.
Selain fokus pada kesiapsiagaan dan penanganan bencana, Relawan Destana Desa Tanggulangin rutin melaksanakan kegiatan mitigasi dan kepedulian lingkungan. Mereka aktif bergabung dalam aksi penanaman pohon bersama relawan dari berbagai lapisan di tingkat kabupaten. Kegiatan penanaman seribu pohon yang digagas BPBD selalu melibatkan elemen relawan gabungan, dan Destana Tanggulangin selalu hadir memberikan kontribusi nyata.
Kepala Desa Tanggulangin, Marsih, yang kerap turun langsung dalam agenda penanaman di lereng gunung, menekankan pentingnya kegiatan tersebut. “Penanaman seribu pohon bukan sekadar menanam tanaman yang dianggap kurang bermanfaat. Tanaman tersebut memiliki banyak fungsi, terutama sebagai penahan erosi dan tanah longsor serta penghasil sumber air di hulu yang kemudian mengalir ke hilir dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Marsih.
Relawan Destana Desa Tanggulangin merupakan gabungan unsur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di bawah naungan PMI Kabupaten Wonogiri serta Destana di bawah BPBD Kabupaten Wonogiri. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat kapasitas desa dalam membangun ketangguhan menghadapi ancaman bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Pewarta: Sgno2t/Team PJW
Relawan Destana Tanggulangin Perkuat Kemandirian Desa Hadapi Ancaman Bencana






