SIGI, SULTENG – ONLINENEWS.ID//
Koramil 1306-04/Dolo tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada apel, tidak ada barisan. Yang ada hanya kursi-kursi merah berjajar di ruangan yang catnya masih tercium segar — gedung yang baru selesai direnovasi, belum pernah sekali pun dipakai untuk acara resmi.
Kapten (Inf) Stenly Lumowa datang bukan sebagai komandan yang sedang berdinas. Ia hadir bersama istrinya, Ny. Eveline mengenakan pakaian kasual seperti kebanyakan pria yang hadir sore itu. Para istri prajurit tampil serasi dalam batik motif biru-krem — bukan karena ada instruksi khusus, tapi begitulah cara mereka datang ke acara silaturahmi.
Anak-anak berlarian kecil di sela-sela kursi. Beberapa istri berbisik pelan sambil memegang ponsel. Spanduk merah bertulisan _Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami_ tergantung di dinding, menjadi satu-satunya penanda bahwa ini bukan sekadar pertemuan biasa.
Silaturahmi itu punya dua makna sekaligus: syukuran atas gedung Koramil yang baru selesai direnovasi, dan pertemuan hangat antara Kapten Stenly bersama jajaran yang selama ini bertugas bersamanya di Koramil 1306-04/Dolo.
Kepada seluruh jajaran yang hadir, Kapten Stenly menyampaikan satu hal yang sederhana tapi tidak ringan: jaga nama baik satuan, dan jadilah prajurit yang profesional. Tidak disampaikan dengan nada pidato. Lebih seperti pesan yang keluar dari orang yang sudah lama mengenal lawan bicaranya.
Di sisi lain meja, Ny. Eveline berbicara kepada para istri. Ia mengajak mereka untuk mengikuti akun Instagram resmi Kodam XXIII/Palaka Wira — cara sederhana agar keluarga prajurit tetap terhubung dengan institusi, tidak hanya menunggu kabar lewat mulut ke mulut.
Acara ditutup dengan ramah tamah, lalu para istri beranjak ke halaman luar Makoramil untuk sesi foto bersama. Mereka berdiri dan duduk rapi dalam balutan batik biru-krem yang serasi — menutup sore itu dengan cara yang paling sederhana namun terasa hangat. _Rif_






