Kolonel Indra Jaya Tinggalkan Mapomdam, Kenangan dan Legacy Tetap Berdiri

  • Whatsapp

PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Senin sore, 15 Juni 2026, suasana di dalam ruangan utama Markas Komando Pomdam XXIII/Palaka Wira berubah hening sejenak. Satu per satu mata memandang ke arah dinding yang telah disiapkan khusus — tempat foto Kolonel (Cpm) Indra Jaya, S.E., M.M., M.H., resmi dipasang sebagai bagian dari deretan pimpinan yang pernah mengabdi di institusi ini. Itulah pembuka dari rangkaian acara selamat jalan bagi mantan Danpomdam XXIII/Palaka Wira.

Setelah foto terpasang, Danpomdam baru, Kolonel( Cpm )Krisna Jaya Lantang, S.H., melangkah mendekat dan memasangkan selendang di leher Kolonel Indra Jaya — sebuah gestur penghormatan yang sederhana namun sarat makna. Ny. Anastasya Krisna Jaya Lantang menyerahkan buket bunga kepada istri Kolonel Indra Jaya. Sesi foto bersama kemudian mengakhiri prosesi di dalam ruangan.

Muat Lebih

Keluar dari ruangan kantor markas, Kolonel Indra Jaya berhenti sejenak di pelataran. Di sana telah tersedia sebuah buku kenangan. Dengan tangannya sendiri, ia menuliskan sebaris kalimat — pesan terakhir yang ia titipkan kepada institusi yang selama ini ia pimpin. Kalimat itu kemudian ia bacakan langsung di hadapan seluruh jajaran yang pernah berada di bawah komandonya. Nadanya inspiratif dan motivatif, berisi dorongan untuk terus menjaga nama baik Korps Polisi Militer Angkatan Darat — sebuah pesan yang lahir bukan dari teks yang disiapkan, melainkan dari hati yang sudah lama bersama mereka.

Dari pelataran, rombongan bergerak menuju halaman Mapomdam. Barisan jajar kehormatan telah berdiri rapi menunggu,dan selanjutnya memberikan penghormatan terakhir kepada sang komandan yang akan segera pergi.

Usai jajar kehormatan, momen paling membekas dari seluruh rangkaian hari itu pun tiba. Di tepi Jalan Hasanuddin, tepat di depan markas yang selama ini ia bertugas, Kolonel Indra Jaya berdiri dan bersalaman dengan segenap jajaran yang pernah ia pimpin — satu per satu, dalam suasana yang akrab sekaligus penuh haru. Tidak ada protokol yang kaku di sini. Hanya kehangatan antara seorang pemimpin dan anak buahnya yang sudah lama berjalan bersama.

Setelah salam perpisahan tuntas, Kolonel Indra Jaya bersama istri menaiki mobil dan perlahan meninggalkan halaman Mapomdam. Danpomdam baru beserta seluruh jajaran melepas kepergiannya dengan hormat dan lambaian tangan — mengantar sosok yang selama masa tugasnya di Palu meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan: dari patung Gajah Mada yang kini tegak berdiri di halaman markas, keberhasilannya memimpin pelaksanaan turnamen Pencak Silat Militer yang berlangsung sukses, hingga kegiatan lintas agama yang ia jalani dengan tulus di bulan Ramadan.

Tongkat estafet kini telah berpindah tangan. Kolonel Krisna Jaya Lantang akan meneruskan apa yang telah dibangun pendahulunya — dengan tantangan dan harapan yang menanti di depan.

_Rif_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *