Pangdam XXIII/Palaka Wira Resmikan Patung Gajah Mada di Halaman Mapomdam Palu

  • Whatsapp

PALU,SULTENG – ONLINENEWS.ID// Senin pagi, 15 Juni 2026, halaman Markas Komando Pomdam XXIII/Palaka Wira di Jalan Sultan Hasanuddin No. 24, Palu, berubah suasana. Tepat pukul 08.00 WITA, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, tiba didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah XXIII/Palaka Wira, Ny. Dewi Binsar Sianipar. Kedatangan keduanya disambut laporan resmi dari Danpomdam XXIII/Palaka Wira, Kolonel Cpm Indra Jaya, S.E., M.M., M.H., sebelum Pangdam dan Ibu Pangdam menuju ruang transit untuk beristirahat sejenak.

Tidak lama berselang, acara inti dimulai — peresmian patung kepala Gajah Mada yang telah dinantikan oleh seluruh jajaran Pomdam XXIII/Palaka Wira.

Muat Lebih

Prosesi dibuka dengan penampilan Tari Neaju, dilanjutkan prosesi adat Sambulugana — ritual penyambutan khas Kaili yang mengandung filosofi mendalam. Lima unsur yang hadir dalam prosesi itu, yakni sirih, pinang, kapur, gambir, dan tembakau, masing-masing melambangkan kesucian hati, keteguhan, kemurnian niat, kesabaran, dan keikhlasan. Kehadiran tradisi lokal di tengah acara militer ini menjadi penanda bahwa Pomdam XXIII/Palaka Wira tidak menutup diri dari akar budaya tanah yang mereka jaga.

Puncak acara ditandai dengan pembukaan kain selubung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira pada prasasti bagian depan patung, yang bertuliskan peresmian resmi Patung Gajah Mada Pomdam XXIII/Palaka Wira atas nama Pangdam XXIII/Palaka Wira, tertanggal Senin, 15 Juni 2026. Sementara di bagian belakang patung terpasang prasasti historiografi yang memuat teks Sumpah Palapa Gajah Mada, sejarah singkat Mahapatih Majapahit, serta dasar hukum penetapan topeng Gajah Mada sebagai pusara Puspomad melalui Skep Kasad No. Skep/852/IX/1986 tanggal 11 September 1986 — ditandatangani oleh Kolonel Cpm Indra Jaya, S.E., M.M., M.H., selaku Danpomdam XXIII/Palaka Wira. Tidak ada kata sambutan dalam acara ini.

Acara peresmian turut dihadiri Kasdam XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Karta Sasmita, beserta sejumlah Pejabat Utama Kodam. Dari jajaran Pomdam, tampak hadir pula Kolonel Krisna Jaya Lantang, S.H., beserta istri — perwira yang akan segera menggantikan posisi Kolonel Indra Jaya sebagai Danpomdam. Dari kalangan sipil, hadir Pengurus PMI Hidayat Lamakarate, tokoh masyarakat Wijaya Chandra yang akrab disapa Ko Awi, serta sejumlah undangan lainnya.

Sekitar pukul 09.30 WITA, acara resmi berakhir dan diakhiri dengan ramah tamah. Sebagian besar undangan kemudian bergerak menuju Aula Manggala Sakti Kodam XXIII/Palaka Wira untuk mengikuti serah terima jabatan Irdam dan Danpomdam — sebuah transisi kepemimpinan yang menjadi penutup alami dari rangkaian pagi itu.

Patung kepala Gajah Mada yang kini resmi berdiri di halaman Mapomdam bukan sekadar ornamen. Dalam catatan sejarah Korps Polisi Militer, Gajah Mada adalah nama yang disematkan sejak 22 Juni 1946 — saat divisi polisi tentara Republik Indonesia pertama kali dibentuk dan disahkan Presiden Soekarno. Semangat Sumpah Palapa, Panca Darma Korps, dan moto Satya Wira Wicaksana yang terukir di prasasti itu adalah pengingat bahwa patung ini bukan sesuatu yang baru — ia adalah sesuatu yang lama, yang sempat hilang, dan kini dikembalikan ke tempatnya.Rif

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *