Sertijab Polresta Palu: Kapolres Tegaskan Sumpah Jabatan adalah Janji kepada Tuhan dan Masyarakat
PALU, SULTENG – ONLINENEWS.ID// Upacara serah terima jabatan sejumlah perwira di lingkungan Polresta Palu berlangsung khidmat dan penuh makna di Mapolresta Palu, Senin (25/5/2026) pagi. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, acara yang berlangsung sederhana namun bermartabat itu menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi dan penyegaran kepemimpinan di jajaran Polresta Palu.
Usai upacara, Kombes Hari Rosena menyampaikan pandangannya kepada wartawan dengan tenang dan lugas — menyentuh makna terdalam dari sebuah sertijab yang kerap dianggap sekadar rutinitas organisasi. Ia membuka dengan menegaskan makna sumpah jabatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap serah terima di lingkungan Polri.
“Sumpah itu bukan sekadar janji kepada masyarakat. Ini juga janji kepada Sang Pencipta. Karena itu, tanggung jawab yang diemban tidak boleh dianggap ringan,” ujarnya.
Rotasi perwira ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Sulteng Nomor Kep/23/IV/2026 tertanggal 29 April 2026. Empat perwira dilantik dalam upacara hari ini. AKP Akbar resmi mengemban amanah sebagai Ps. Kasatintelkam Polresta Palu, menggantikan AKP Musa S.Sos yang kini dipercaya menjabat Ps. Kabagops Polres Sigi. Sementara IPTU Afif, S.H.I dilantik sebagai Ps. Kapolsek Tawaeli, menggantikan IPTU Zulham Abdillah, S.Sos yang mendapat penugasan baru sebagai Ps. Kanit 1 Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sulteng. Selain itu, IPTU Andi Ardin, S.H resmi mengemban amanah sebagai Ps. Kasipropam Polresta Palu, sementara AKP Arifin Mahmud, S.H dipercaya menjabat Ps. Kabag SDM Polresta Palu.
Kapolresta memberikan apresiasi khusus kepada AKP Musa atas kinerja selama menjabat Kasatintelkam. Di bawah kepemimpinannya, kondusivitas Kota Palu sebagai ibu kota provinsi terjaga dengan baik — termasuk dalam pengelolaan berbagai unjuk rasa yang kerap berpusat di Palu sebagai pusat pemerintahan Sulawesi Tengah. “Alhamdulillah, kurang lebih satu setengah tahun Kota Palu ini kondusif. Sebagai ibu kota provinsi, banyak unjuk rasa dari berbagai daerah yang terpusat di sini, dan alhamdulillah semuanya dapat kita kelola dengan aman dan tertib,” ungkap Hari Rosena.
Apresiasi serupa ia sampaikan secara khusus kepada Kepala Satuan Narkoba Polresta Palu, Kompol Usman, beserta seluruh jajarannya yang selama ini konsisten mencatatkan prestasi dalam pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polresta Palu. “Kasat Narkoba telah bekerja keras dan menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh. Ini merupakan prestasi yang patut kita apresiasi bersama,” kata Hari Rosena.
Namun di balik apresiasi itu, Kapolresta menyampaikan peringatan yang tegas — disampaikan dengan tenang namun sarat makna — bahwa tidak ada ruang toleransi bagi anggota yang justru terlibat dalam jaringan yang tengah mereka perangi. “Saya sudah ingatkan. Jika ada anggota yang tergalang, yang justru melakukan hal-hal kontraproduktif, itu akan menjadi urusan saya langsung,” ujarnya dengan nada terukur namun penuh ketegasan.
Kepada para pejabat baru, Kombes Hari Rosena meminta agar proses adaptasi tidak sekadar bersifat administratif. Mereka dituntut memahami karakter wilayah, peta kerawanan, dan membangun sinergi informasi yang solid sejak hari pertama bertugas. “Induksi itu seperti magnet. Besi yang digosokkan pada magnet akan menjadi magnet pula. Saya harap para pejabat baru segera menyerap nilai-nilai dan memahami dinamika wilayah tugasnya, sehingga setiap keputusan yang diambil pimpinan berpijak pada informasi yang akurat dan lengkap,” jelasnya. Ia secara khusus menyoroti wilayah Tawaeli — salah satu titik yang memerlukan perhatian serius dalam penanganan peredaran narkotika — dan menegaskan bahwa Kapolsek baru di wilayah tersebut diharapkan segera memberikan kontribusi nyata, melanjutkan momentum yang telah dibangun sebelumnya.
Terkait tantangan peredaran narkotika yang masih menjadi isu utama di wilayah hukum Polresta Palu, Kapolresta menekankan bahwa keberhasilan penanganannya tidak dapat bertumpu pada aparat semata. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi bagian aktif dari solusi. “Polri hadir sebagai aparat pencegah, penegak hukum, dan pemberantas. Namun keberhasilan itu pada akhirnya ditentukan oleh sinergi bersama masyarakat,” tuturnya. Kapolresta juga secara terbuka menyambut kritik dari masyarakat terhadap kinerja Polri, dengan satu catatan penting. “Kritik itu boleh, bahkan kami butuhkan. Tetapi kritik yang baik bukan sekadar menyampaikan ketidakpuasan — kritik yang baik disertai masukan yang membangun. Kita tidak bisa bekerja sendiri, dan kami sangat menghargai dukungan serta partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya.
Upacara sertijab ditutup dengan ucapan selamat dari Kapolresta kepada keempat pejabat baru, yang disambut hangat oleh seluruh pejabat utama dan anggota Polresta Palu. Kepada pejabat lama — Kompol I Nyoman Sudano, AKP Musa S.Sos, IPTU Novembry, dan IPTU Zulham Abdillah S.Sos — Kombes Hari Rosena menyampaikan penghargaan tulus atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas di Polresta Palu. “Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitas yang telah diberikan untuk kemajuan Polresta Palu,” pungkas Kapolresta.
Reporter: Rif





