PALU,SULTENG – ONLINE NEWS.ID//Bukan sekadar urusan internal TNI. Pengukuhan Pengurus Provinsi Pencak Silat Militer (PSM) Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, Jumat (22/5/2026), justru dihadiri kalangan luas — dari KONI, Dispora, hingga belasan perguruan pencak silat sipil yang selama ini menjadi akar seni bela diri itu di masyarakat.
Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar memimpin prosesi pengukuhan, didampingi Kasdam dan para pejabat utama Kodam XXIII/Palaka Wira. Di sisi lain ruangan, duduk berderet perwakilan KONI Sulteng, Dispora Provinsi, pengurus IPSI Sulteng dan Sulbar, serta ketua-ketua perguruan seperti PSHT, Tapak Suci, Persinas Asad, Pagar Nusa, dan sejumlah perguruan lainnya.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Ketua Umum PP PSM Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah terang-terangan menyebut perguruan-perguruan historis itu sebagai mitra, bukan penonton. PSM, kata dia, sejak awal berdiri meminta dukungan dari perguruan besar yang sudah puluhan tahun menjadi tulang punggung pencak silat Indonesia.
Salah satu yang hadir adalah Sujoko, Ketua Cabang PSHT Pusat Madiun wilayah Kota Palu . Kehadirannya mewakili sinyal bahwa komunitas pencak silat sipil menyambut positif keterlibatan TNI dalam pelestarian seni bela diri nasional ini.
Pangdam -Mayjen J.Binsar P.Sianipar dalam wawancara usai acara mengumumkan sesuatu yang menarik perhatian: kejuaraan PSM di wilayah Kodam XXIII akan digelar rutin setiap tahun, bertepatan dengan HUT TNI AD. Lebih dari itu, kategori peserta dan hadiah akan ditingkatkan dari penyelenggaraan sebelumnya.
“Saya sudah declare kemarin bahwa kejuaraan PSM di Kodam ini akan kita laksanakan tahunan. Kriterianya kita tambah, termasuk hadiahnya juga,” katanya. Ia mengenang antusias warga pada kejuaraan sebelumnya di tahun 2025 lalu — hampir dua ribu orang hadir, bertanding dari berbagai usia hingga larut malam.
Brigjen Andri menambahkan bahwa PSM menargetkan pencak silat menjadi olahraga dasar wajib prajurit TNI AD, bahkan akan masuk sebagai syarat kenaikan pangkat. Namun ia menekankan bahwa misi ke luar tak kalah penting. “Angkatan Darat harus menggelorakan budaya bangsa ini, sehingga bisa masuk ke dalam tubuh TNI sebagai basic budaya kita,” ujarnya.
Acara sendiri berlangsung lebih dari sekadar seremonial. Tarian selamat datang membuka prosesi, dan di bagian akhir para pesilat muda tampil dalam demonstrasi koreografi yang disambut tepuk tangan hadirin — pengingat bahwa di balik seragam dan jabatan, pencak silat tetap milik semua orang. (Rif)






