Sopir Bus Meninggal Mendadak di Pertigaan Pantai Slili, Gunungkidul

  • Whatsapp

GUNUNGKIDUL – MEDIA ONLINENEWS.ID//Perjalanan pulang yang mestinya biasa berubah menjadi duka. Didik Wahyu Setyanto (47), sopir bus asal Ngaliyan, Semarang, meninggal dunia di tengah kemudi saat membawa rombongan wisatawan meninggalkan kawasan Pantai Slili, Tepus, Gunungkidul, Jumat (14/5/2026) sore.

Bus yang dikemudikan Didik baru saja meninggalkan area pantai ketika tiba di Pertigaan Krapyak, sekira pukul 14.50 WIB. Laju kendaraan pelan. Tiba-tiba, tubuh Didik ambruk ke sisi kiri.

Muat Lebih

Kasiron, kernet yang duduk di dekatnya, langsung bergerak. Dibantu Sugeng Waluyo — salah satu penumpang yang juga perangkat desa dari Batang — dan penumpang lain, mereka menurunkan Didik dari bus.

Pertolongan datang. Tapi terlambat.

Tim Puskesmas Tepus 1 yang tiba di lokasi memeriksa kondisi korban. Hasilnya mematikan: nadi tidak teraba, napas tidak terdengar, saturasi oksigen tidak terdeteksi, dan tidak ada respons cahaya pada mata. Didik dinyatakan meninggal di tempat.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Wonosari. Hasil pemeriksaan rumah sakit memastikan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Keluarga di Semarang sudah dihubungi dan sedang dalam perjalanan menuju Wonosari.

Kapolsek Tepus AKP Suryanto memimpin penanganan kejadian ini bersama tujuh personel dari Polsek Tepus dan Polres Gunungkidul.

Penyebab kematian Didik belum ditetapkan secara resmi. Diduga kuat ia mengalami sakit mendadak saat mengemudi.

[Redaksi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *