YOGYAKARTA – MEDIA ONLINENEWS.ID//Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., mewakili Danrem 072/Pamungkas menghadiri kegiatan diskusi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Validasi Model Distribusi Informasi Kontekstual Adaptif untuk Optimalisasi Alokasi Sumber Daya pada Fase Tanggap Darurat Bencana” yang berlangsung di Ruang Rapat-D Lantai 2 Gedung Timur BPBD DIY, Jl. Kenari No. 14 A, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPBD DIY bekerja sama dengan akademisi Universitas Amikom Yogyakarta, Nila Feby Puspitasari, S.Kom., M.Cs., serta diikuti sekitar 45 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, PMI, Basarnas, Satpol PP, BBWSSO, BPBD se-DIY, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Julianto Wibowo, S.T., selaku Analitis Mitigasi Bencana BPBD DIY menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang cepat, akurat, kontekstual, dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan bencana, khususnya pada fase tanggap darurat.
“Melalui model distribusi informasi kontekstual adaptif ini, diharapkan dapat tercipta mekanisme distribusi informasi yang lebih efektif bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga ketepatan dan kecepatan alokasi sumber daya dalam penanganan bencana dapat semakin optimal,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri utama Nila Feby Puspitasari, S.Kom., M.Cs., memaparkan hasil kajian mengenai tren kejadian bencana di Indonesia periode 2015–2024 yang menunjukkan dominasi bencana hidrometeorologi basah serta tantangan penanganan bencana geologi yang memiliki dampak kerugian besar.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberhasilan fase tanggap darurat sangat dipengaruhi oleh integrasi antar lembaga, adaptasi terhadap dinamika situasi lapangan, serta distribusi informasi yang akurat dan cepat. Berbagai kendala yang masih dihadapi antara lain lemahnya integrasi data lintas sektor, belum optimalnya komunikasi vertikal antarlembaga, hingga belum adanya mekanisme verifikasi dan penjaminan kualitas informasi secara terstruktur.
Sebagai solusi, dikembangkan model distribusi informasi kontekstual adaptif dua lapis antara Pos Lapangan dan Posko, yang mengedepankan pelaporan terstruktur, verifikasi kualitas informasi, serta pengolahan data terpadu guna menghasilkan shared situational awareness bagi seluruh pemangku kepentingan.
Model tersebut juga didukung pendekatan siklus OODA (Observe, Orient, Decide, Act) dan Recognition Primed Decision (RPD) agar informasi yang dihasilkan lebih cepat, tepat, dan dapat langsung digunakan dalam pengambilan keputusan serta optimalisasi alokasi sumber daya saat penanganan darurat bencana.
Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama menyampaikan bahwa Korem 072/Pamungkas mendukung penuh upaya penguatan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi dan adaptif sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana di wilayah DIY.
Melalui kegiatan FGD ini diharapkan lahir rekomendasi aplikatif yang mampu memperkuat tata kelola informasi kebencanaan, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan efektivitas operasi kemanusiaan demi keselamatan masyarakat terdampak bencana. (Penrem 072/Pmk)
[Redaksi]






