PALU, SULTENG – MEDIA ONLINENEWS.ID//Usai memimpin Apel Gelar Pasukan, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Polisi Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf, menemui wartawan dalam sesi door stop di Mako Polda Sulawesi Tengah, Selasa (28/4/2026). Brigjen Helmy menegaskan bahwa apel yang melibatkan lintas instansi tersebut digelar untuk mengukur kesiapan seluruh elemen keamanan menghadapi dua hal yang perlu diwaspadai, yakni peringatan Hari Buruh Internasional dan tekanan ekonomi akibat ketegangan geopolitik global.
Brigjen Helmy mengakui bahwa kenaikan harga energi non-subsidi akibat situasi global telah menambah beban warga, meski pasokan kebutuhan subsidi masih terjaga. Kondisi itu, menurutnya, menjadi latar belakang pentingnya apel ini, terlebih menjelang May Day yang setiap tahunnya diisi aksi massa buruh berskala besar.
“Kita harus siap, baik personel maupun peralatan,” ujar Brigjen Helmy. Apel hari ini, tegasnya, menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan — TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait — untuk memverifikasi kesiapan bersama sebelum momentum May Day tiba.
Menyinggung potensi penyalahgunaan distribusi bahan bakar bersubsidi di tengah tekanan ekonomi, Brigjen Helmy menyatakan operasi pengawasan distribusi BBM dan LPG telah berjalan atas arahan pimpinan pusat. Ia memperingatkan bahwa pelaku penimbunan di wilayah Sulawesi Tengah tidak akan luput dari penindakan. Brigjen Helmy secara tegas meminta pihak-pihak yang selama ini memanfaatkan kesulitan warga dengan menimbun komoditas bersubsidi untuk segera menghentikan praktik tersebut. “Sama-sama kita rasakan kesulitan ini. Jangan memperburuk keadaan yang sudah berat,” katanya.
Brigjen Helmy juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan May Day berlangsung damai sekaligus memberi nilai tambah bagi pelaku usaha kecil. Polda Sulawesi Tengah akan mendorong kehadiran pedagang UMKM di sekitar titik aksi agar perputaran ekonomi masyarakat kecil tetap terjaga di tengah berlangsungnya unjuk rasa. “Kita buktikan bahwa kegiatan buruh pun bisa membawa manfaat nyata,” ujar Brigjen Helmy.
Brigjen Helmy mengakhiri keterangannya dengan menegaskan bahwa Sulawesi Tengah adalah milik semua — buruh, mahasiswa, pelaku usaha, maupun seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak semua pihak bersama-sama merawat ketertiban daerah di tengah situasi yang dirasakan berat oleh semua kalangan.Rif






