Semanggat Sumpah Pemuda, di Gunungkidul Berhasil Kibarkan 1000 Bendera

  • Whatsapp

GUNUNGKIDUL-1.000 bendera berhasil dikibarkan di kawasan wisata Watu Gendong, Pedukuhan Tungkluk Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, pada Rabu, (28/10/2020). Kegiatan unik tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Pengelola Desa Wisata Beji, Rahmat Purwohartono mengatakan, pengibaran bendera seperti kali ini pertama kalinya dilakukan di Watu Gendong. Selain pengibaran bendera, kegiatan juga diisi dengan pameran potensi lokal.

Muat Lebih

“Berbagai jenis makanan tradisional hingga produk-produk kerajinan tangan warga. Selain itu, Atraksi seni berupa tari-tarian pun turut mewarnai acara,” kata Rahmat sekaligus Ketua Panitia kegiatan.

Ia menambahkan, acara pengibaran 1000 bendera menjadi salah satu upaya mengenalkan Watu Gendong sebagai destinasi wisata di Gunungkidul.

Pihaknya juga berharap, usaha warga setempat dapat terangkat melalui kegiatan kali ini. Sebab menurutnya, Desa Beji memiliki keunikan yang cukup potensial.

“Ya kami berharap ke depan wisata Watu Gendong ini tetap eksis, demi membantu perekonomian warga sekitar,” ujar Rahmat.

Sementara, Kabid Industri Kelembagaan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Eli Martono membenarkan, bahwa Kalurahan Beji memiliki karakteristik yang berbeda. Hal itulah yang membuat Beji belum lama ini ditetapkan sebagai Desa Wisata.

“Beji termasuk satu dari 12 desa wisata yang belum lama ini ditetapkan oleh Bupati Gunungkidul,” ungkap Eli.

Menurutnya, potensi yang dimiliki Kalurahan Beji tergolong besar. Mulai dari bentang alamnya yang unik hingga tradisi seni dan budaya masyarakat setempat.

“Watu Gendong sendiri sudah menjadi ikon wisata dari Kalurahan Beji,” tambahnya.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Eli atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, mengapresiasi atas inisiatif pengelola, meski persiapan hingga pelaksanaannya dilakukan secara swadaya.

“Pengibaran bendera seperti ini bisa dijadikan agenda tahunan, seperti yang sudah dilakukan di Ngingrong dan Nglanggeran,” pungkasnya. (winarno)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *