PUASA 1441 HIJRIAH MULAI DIGESER DAN DIBELOKKAN

  • Whatsapp

RELAWAN Jokowi Rudi Valinka usul, MUI dan Kenenag mengeluarkan fatwa agar umat Islam tidak perlu melakukan ibadah puasa demi percepatan berakhirnya pandemi Corona. Baca Selengkapnya di https://www.sorot.net/2020/04/relawan-jokowi-minta-mui-keluarkan.html.

Usulan itu meneguhkan ketetapan, bahwa manusia terbelah menjadi dua golongan.

Muat Lebih

Sebagian menjadi golongan kanan, sebagian yang lain mengelompok ke dalam golongan kiri.

Diperingatkan secara jelas, golongan kiri acap kali berperangai sangat buruk.

Jika kamu (golongan kanan) memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya.

Tetapi jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka (golongan kiri) tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun.

Golongan kanan merupakan sebagian besar orang-orang terdahulu (para nabi, sebelum Nabi Muhammad SAW) dan sebagian besar orang yang datang kemudian (setelah kehadiran Radulullah dan para pengikutnya).

Golongan kiri itu digambarkan sebagai sekelompik manusia yang berada dalam kurungan angin yang sangat panas dan air yang mendidih. Mereka berada dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

Mereka, golongan kiri itu hidupnya selalu bermewah-mewah. Dan mereka terus-menerus mengerjakan kesalahan-kesalahan yang besar.

Kini, golongan kiri begitu berani membujuk Majelis Ulama Indonesia dan Kemenag untuk mengeluarkan fatwa, umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadhan, dengan alasan bisa diganti dengan membayar fidyah.

Valinka Inilah prototipe manusia yang tidak mengerti bahwa dirinya tidak mengerti, tetapi berLagak sangat mengerti. Dia mencoba menggeser dan membelokkan hukum dan ketetapan yang telah ditentukan.

Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Ini perintah 2:183, bukan himbauan.

Petintah itu untuk beberapa hari tertentu. Barang siapa di antara kamu sakit, atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang  dia tidak berpuasa) pada hari-hari yang lain.

Bagi orang yang berat menjalankan puasa, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

MUI dan Kemenag mulai digoyang-goyang. Umat Islam mulai 24 April 2020 hingga 23 Mei 2020 tidak perlu terpengaruh terhadap goyangan tersebut.

Bambang Wahyu Widayadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *