Bawang Putih Mahal Akibat Corona, Saatnya Pemerintah Maksimalkan Bawang Putih Lokal

  • Whatsapp
Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari (foto: Yudhie).

SURABAYA – OnlineNews | Penyebaran wabah corona jadi penyebab melambungnya harga bawang putih. Selain banyak pemasok di China yang menghentikan pasokannya, rekomendasi izin impor dari Kementerian Pertanian juga sempat mandek pasca merebaknya wabah corona.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan, memang saat ini hampir 95 persen bawang putih yang beredar di Jatim adalah bawang impor asal Tiongkok. Belajar dari kondisi tersebut, para petani diharapkan mulai giat menanam bawang putih.

Muat Lebih

“Ini pelajaran penting buat kita bersama. Contoh konkrit jika kita tergantung impor, rentan terkena isu kenaikan harga, karena ada isu larangan impor karena virus Corona. Coba kalau Jatim berdikari, harga bawang putih bisa lebih stabil,” jelasnya, Rabu (12/02/2020).

Dikatakan Agatha, untuk mengatasi mahalnya harga bawang putih di pasaran, dirinya meminta Dinas Pertanian Jatim segera melakukan terobosan, kebijakan, agar kendala yang menghambat produksi bawang putih bisa ditekan.

“Padahal kan bawang putih ini adalah bumbu dasar untuk setiap resep masakan Indonesia kok kita malah impor bahkan sampai 95 persen,” ujarnya.

Jika perlu, sambung Agatha, Pemprov  bekerjasama dengan kampus pertanian yang sudah memiliki banyak penelitian terkait produksi bawang putih, agar bawang putih lokal tak kalah dengan impor.

Menurutnya, tak kalah penting juga, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan mulai mensosialisasikan bawang lokal.

Dengan membeli bawang lokal, artinya kita menyelamatkan masa depan petani Indonesia, menyelamatkan anak-anak dan masa depannya. Dan yang jelas jika kita membeli produk lokal, berarti menyelamatkan lingkungan hidup.

“Coba hitung saja, berapa jejak karbon dari proses pengiriman jika bawang putih saja kita impor. Dan jejak karbon juga gas metan ini kan yang akhirnya membuat suhu bumi meningkat drastis. Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari,” jelasnya.

Tak hanya itu, dengan berdikari itu sesuai dengan  yang dicita-citakan pendiri bangsa Indonesia yakni Bung Karno yaitu berdikari di bidang ekonomi.

Berdasarkan data yang ada, bawang putih di Jatim yang semula seharga Rp 28.000,00/kg kini naik hingga Rp 58.000,00/kg. Kenaikan tersebut cukup tinggi, bahkan lebih dari 100 persen. (Yudhie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *