Material Proyek JJLS Duwet-Jerukwudel Diduga Dicuri Oknum Desa

  • Whatsapp
Pencurian besar-besaran terhadap aset negara berupa bongkaran rumah dan tebangan pohon pada proyek  JJLS segmen Duwet-Jerukwudel.

GUNUNGKIDUL – OnlineNews.id | Sebagian warga Kecamatan Rongkop dan Kecamatan Gurisubo menengarai, terjadi pencurian besar-besaran terhadap aset negara berupa bongkaran rumah dan tebangan pohon pada proyek  JJLS segmen Duwet-Jerukwudel.

“Pelakunya adalah oknum Desa yang patut dicurigai, bahwa di balik semua itu,  ada aktor yang memerintahkan sekaligus melindunginya,” ujar penggagas Kelompok Cakar  Garuda, Bektiwibowo Suptinarso, usai menginventarisir laporan warga (2/12/19).

Muat Lebih

Dia bertutur, bahwa begitu tanah yang terkena proyek JJLS dibayar,  warga harus menandatangani surat pelepasan hak atas tanah  berikut semua yang ada di atasnya baik rumah maupun maupun pepohonan.

Berdasarkan keputusan sekaligus peraturan, bongkaran rumah dan tebangan pohon menjadi kekayaan negara, dalam hal ini DPKAD Propinsi DIY.

“Warga sudah menandatangani surat pelepas hak pada tahun 2016,” papar Bekti.

Mulai dua bulan lalu, rumah dibongkar dan pohon pun ditebang. Dikembalikan pada regulasi, semua harus menjadi milik  DPKAD Propinsi.

“Di sinilah terjadi penyimpangan, karena sebagian hasil  bongkaran rumah dan tebangan kayu sebagian diusung ke tempat tertentu oleh oknum Desa,” ucapnya.

Oknum tersebut, menurut kesaksian Bektiwibowo, adalah orang yang dipercaya mengawal proses pembongkaran ruman dan penebangan pohon.

Ditanya soal jumlah rumah dan jumlah pohon, Bekti menyatakan, yang punya angka persisnya adalah DPKAD Propinsi DIY.

Sementara itu Andi Nugroho selaku pejabat yang menangani aset di DPKAD Propinsi DIY belum berhasil diklarifikasi. (Bambang Wahyu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *